Berita

dradjad h wibowo/net

Pertanyaan JK kepada Prabowo soal HAM Ibarat Durian Runtuh yang Dinantikan

SELASA, 10 JUNI 2014 | 07:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertanyaan Jusuf Kalla kepada Prabowo soal hak asasi manusia (HAM) dalam debat perdana capres-cawapres merupakan rahmat tersembunyi dari Allah SWT untuk Prabowo-Hatta.

"Seperti durian runtuh. Kenapa? Isu paling keras yang ditembakkan ke PS selama ini adalah isu HAM. Semalam Mas Bowo malah mendapat panggung TV gratis selama 2 kali 3 menit untuk mengklarifikasi tudingan tersebut, langsung kepada puluhan juta rakyat yang menonton," kata Jurubicara Tim Sukses Prabowo-Hatta, Dradjad H Wibowo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 10/6).

Saat pertanyaan itu diajukan JK, Dradjad bertugas di ruang yang dipakai capres dan cawapres istirahat saat break. Dan ketika mendengar pertanyaan JK soal HAM itu, Dradjad mengaku langsung mengepalkan tangan.


"Saya langsung mengepalkan tangan, yes! Pertanyaan itu yang memang paling kami harapkan, dan mas Bowo sudah sangat siap menjawabnya. Terima kasih Pak JK," kata Dradjad, yang juga Wakil Ketua Umum PAN.

Dradjad mengaku, usai debat, sebagai bahan evaluasi, ia bertanya ke beberapa teman-teman jurnalis yang dinilainya masih netral. Dradjad juga bertanya kepada beberapa ilmuwan dan anak-anak muda. Semua yang ditanya itu pun sepakat bila Prabowo tampil sangat luar biasa, meski awalnya terlihat kurang rileks.

"Menurut mereka, momen puncak bagi Prabowo adalah saat mengklarifikasi isu HAM. Dan menurut teman-teman yang netral tersebut, penjelasan Prabowo sangat manusiawi dan apa adanya. Mereka paling suka dengan kata-kata (Prabowo), "tanya atasan saya", tapi mengkritik, kenapa tidak disebut saja atasannya hehe. Kata mereka, jawaban mas Bowo membuat Pak JK tidak bisa menyerang lagi," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya