Berita

komjen budi gunawan/net

Politik

Presiden dan Kapolri Tidak Boleh Diamkan Aksi Komjen Budi Gunawan

SENIN, 09 JUNI 2014 | 14:43 WIB | LAPORAN:

. Kapolri wajib segera memeriksa Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) Komjen Budi Gunawan (BG), terkait pertemuannya dengan anggota tim hukum calon presiden Joko Widodo, Trimedya Panjaitan.

Desakan itu disampaikan Ketua Umum Forum Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono, di Mabes Polri, Jakarta, Senin siang (9/6). Tadi, Arief didampingi Direktur Hukum dan Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman, berniat bertemu Kapolri, Jenderal Sutarman, untuk membicarakan kasus itu. Namun, pertemuan tersebut gagal lantaran Kapolri sedang di luar kota.

"Kami hadir disini mendampingi saudara Arif untuk bertemu Kapolri. Ada pertemuan petinggi Polri dengan tim hukum JKWJK, Trimedya Panjaitan. Kami khawatir pertemuan tersebut menodai netralitas Polri, " kata Habiburokhman.


Sementara itu, Arief Puoyono menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut kedua pihak terlihat serius dan berbisik-bisik.

"Saya lihat sangat serius itu bisik-bisik. Kalau ketemu secara tidak sengaja pasti sebentar. Tapi ini kasak kusuk. Saya ambil foto, dan film selama 1 menit. Saya ketahuan, dia (BG) pergi," jelas Arief.

Arief terangkan, kedatangannya di Restoran Sate Senayan Menteng, memang sudah direncanakan untuk membicarakan soal rencana aksi. Namun, ia tidak sengaja melihat pertemuan Trimedya dan jenderal yang dikenal dekat dengan Megawati Soekarnoputri itu.

"Juga hadir orang-orang yang menggunakan baju khas Jokowi, juga mantan Kapolres Jakarta Utara," ujar Arief.

Arief mencurigai, pertemuan petinggi Polri dengan Trimedya membicarakan konspirasi. Dari informasi yang diterimanya, Budi Gunawan ada dalam barisan pemenangan JKWJK. Nah, pertemuan yang disaksikannya itu, menurut dia, menjadi pendukung informasi tersebut.

Selain mendesak Kapolri meminta klarifikasi Budi Gunawan, Arief dan Habiburokhman juga meminta presiden menuntut klarifikasi Kapolri. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya