Berita

Pertahanan

Pengamat Intelijen: Kasus Babinsa Mesti Diselidiki Mendalam

MINGGU, 08 JUNI 2014 | 09:29 WIB | LAPORAN:

Aksi kontestan Pilpres yang menggunakan cara-cara intelijen dengan memanfaatkan sel-sel TNI seperti Babinsa dinilai menciderai demokrasi.

"Ini kalau benar, tak pantas hanya diberikan sanksi, harus ada penyelidikan mendalam," ungkap pengamat politik dan intelijen dari Poins Institute, Albert Simangunsong mengomentari dugaan pengerahaan Babinsa di sejumlah desa, Minggu (8/6).

Ia berharap pihak hukum gabungan antara militer dan sipil serius menyelidiki kabar tersebut.


"Partisipasi masyarakat sekarang yang sudah melek terhadap politik dan hukum tak bisa dianggap main-main," tegasnya.

Dugaan pengerahan Babinsa menyusul mantan intelijen angkatan 88 terlihat aktif menggarap kantong-kantong suara. Bahkan, beberapa Pangdam di daerah mengumpulkan pengusaha lokal untuk mendukung kandidat tertentu untuk alasan stabilitas.[wid] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya