. Dalam bahasa Kahlil Gibran, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) ibarat busur yang merentangkan tali kuat hingga kami kaum muda bisa melesat ke masa depan menuju Indonesia yang hebat. Itulah mengapa pasangan nomor dua ini cukup istimewa di kalangan anak-anak muda.
Begitu dikatakan Ketua DPP Bidang Pemuda Pusat Kawan Jokowi, Banyu Biru saat berbincang, Sabtu (7/6) malam.
Bagi Banyu, angka 2 mutlak harus dipilih masyarakat. Hal itu, mengikuti teori keseimbangan hidup yang pernah dilontarkan Jokowi-JK, untuk menggerakan dua komponen muda yaitu yang Golput dan yang mengambang. Angka 2, kata dia, juga pantas dipilih karena melawan dua tema yakni kampanye hitam dan kampanye negatif terhadap Jokowi-JK.
"Etos pergerakan kami itu juga dua sesuai nomor urut 2. Yaitu Yang Semangat dan Yang Santun. Kampanye damai demi satu Indonesia yang utuh melalui 2 tokoh yang kami yakini yaitu Jokowi dan JK," urai Banyu.
Kawan Jokowi, yang merupakan organisasi Relawan Pendukung Jokowi-JK, ungkap Bayu sudah melaksanakan acara konsolidasi nasional dengan mengundang seluruh perwakilan organisasi dari 25 provinsi di Indonesia. Konsolidasi itu dilakukan demi memantapkan kekompakan para relawan yang jumlahnya sudah belasan ribu di seluruh Indonesia.
"Kita konsolidasi karena percaya dengan teori Pak Jokowi. Beliau bilang kalau kita seluruh relawan itu krek, merajut dan kompak, pasti akan terbukti sendiri pas pilpres nanti," kata Banyu Biru
Menurut putra Aktor, Sutradara, dan Politisi Senior Eross Djarot itu, secara khusus konsolidasi ini juga mensosialisasikan makna nomor dua (2). Konsolidasi pun dihadiri oleh sejumlah tokoh Tim Pemenangan Jokowi-JK seperti Tjahjo Kumolo, Hendropriyono, Eriko Sotarduga, Hanif Dhakiri, aktor Gaek Anwar Fuadi, serta artis muda seperti Melly Manuhutu, Norma Yunita, dan Nadia Ayesha. Acara Kawan Jokowi itu dipimpin langsung Ketua Diaz Hendropriyono.
[sam]