Berita

Politik

Kawan Jokowi Gerakkan Kaum Muda yang Golput dan Ngambang

MINGGU, 08 JUNI 2014 | 02:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam bahasa Kahlil Gibran, Joko  Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) ibarat busur yang merentangkan tali kuat hingga kami kaum muda bisa melesat ke masa depan menuju Indonesia yang hebat. Itulah mengapa pasangan nomor dua ini cukup istimewa di kalangan anak-anak muda.

Begitu dikatakan Ketua DPP Bidang Pemuda Pusat Kawan Jokowi, Banyu Biru saat berbincang, Sabtu (7/6) malam.

Bagi Banyu, angka 2 mutlak harus dipilih masyarakat. Hal itu, mengikuti teori keseimbangan hidup yang pernah dilontarkan Jokowi-JK, untuk menggerakan dua komponen muda yaitu yang Golput dan yang mengambang. Angka 2, kata dia, juga pantas dipilih karena melawan dua tema yakni kampanye hitam dan kampanye negatif terhadap Jokowi-JK.


"Etos pergerakan kami itu juga dua sesuai nomor urut 2. Yaitu Yang Semangat dan Yang Santun. Kampanye damai demi satu Indonesia yang utuh melalui 2 tokoh yang kami yakini yaitu Jokowi dan JK," urai Banyu.

Kawan Jokowi, yang merupakan organisasi Relawan Pendukung Jokowi-JK, ungkap Bayu sudah melaksanakan acara konsolidasi nasional dengan mengundang seluruh perwakilan organisasi dari 25 provinsi di Indonesia. Konsolidasi itu dilakukan demi memantapkan kekompakan para relawan yang jumlahnya sudah belasan ribu di seluruh Indonesia.

"Kita konsolidasi karena percaya dengan teori Pak Jokowi. Beliau bilang kalau kita seluruh relawan itu krek, merajut dan kompak, pasti akan terbukti sendiri pas pilpres nanti," kata Banyu Biru

Menurut putra Aktor, Sutradara, dan Politisi Senior Eross Djarot itu, secara khusus konsolidasi ini juga mensosialisasikan makna nomor dua (2). Konsolidasi pun dihadiri oleh sejumlah tokoh Tim Pemenangan Jokowi-JK seperti Tjahjo Kumolo, Hendropriyono, Eriko Sotarduga, Hanif Dhakiri, aktor Gaek Anwar Fuadi, serta artis muda seperti Melly Manuhutu, Norma Yunita, dan Nadia Ayesha. Acara Kawan Jokowi itu dipimpin langsung Ketua Diaz Hendropriyono. [sam]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya