Berita

ilustrasi/net

Publika

Petambak Udang Eks Dipasena Kecewa dengan BRI dan BNI

JUMAT, 06 JUNI 2014 | 13:36 WIB

PETAMBAK udang eks Dipasena yang bernaung di bawah Koperasi Petambak Bumi Dipa (KPBD) Lampung mengirimkan surat kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada tanggal 12 Mei 2014.

Surat tersebut berisikan pernyataan itikad baik dan komitmen petambak untuk menyelesaikan permasalahan kredit dan mengajak BRI dan BNI bermusyawarah untuk membicarakan hal ini. Tetapi hingga batas waktu yang kami tawarkan, yaitu tanggal 31 Mei 2014, belum ada tanggapan dari pihak bank.

 Surat ini merupakan tindak lanjut hasil mediasi Komnas HAM pada tanggal 4 Mei 2012 yang dihadiri petambak, pihak BRI dan BNI serta PT AWS/CPP. Dalam pertemuan yang difasilitasi Komnas HAM tersebut, pihak BRI dan BNI bersedia untuk melakukan restrukturisasi hutang petambak pasca berakhirnya kemitraan antara petambak dengan perusahaan.


Akan tetapi hingga saat ini, belum ada langkah kongkrit dari kedua bank tersebut untuk menindaklanjuti hasil mediasi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan ketidakpastian bagi keberlangsungan kehidupan lebih dari 7.512 keluarga petambak saat ini.

Terdapat ribuan petambak udang eks-Dipasena yang terpaksa menandatangani perjanjian akad kredit dengan BNI dan BRI. Status utang kredit tersebut menjadi beban kepada petambak, namun petambak tidak pernah menguasai secara langsung dan tidak pernah mendapatkan status laporan hutang dari bank maupun perusahaan.

Kredit tersebut pada dasarnya tidak dinikmati secara langsung oleh petambak namun dikuasai oleh PT. Aruna Wijaya Sakti/Charoen Phokpand Group (PT AWS/CPP) sebagai konsekuensi dari perjanjian kemitraan inti-plasma pada masa lalu.

 Sebagaimana diketahui, PT. AWS/CPP telah gagal melaksanakan kewajiban revitalisasi pertambakan udang eks-Dipasena sebagaimana yang dijanjikannya. Kegagalan revitalisasi menimbulkan kekecewaan bagi petambak yang berujung pada polemik pemutusan hubungan kemitraan.

Oleh sebab itu, sebagai bank BUMN yang melekat mandat untuk menyejahterakan rakyat, sudah seharusnya BRI dan BNI membela kepentingan rakyat agar petambak dapat berbudidaya secara tenang dan mengusahakan kesejahteraan bagi keluarga.

Bumi Dipasena, Lampung

Thowilun
Ketua KPBD


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya