Berita

jokowi/net

Jokowi Janji Beri Keadilan bagi Masyarakat Papua

KAMIS, 05 JUNI 2014 | 13:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bagi Jokowi-JK, Papua dan Aceh tidak hanya gambaran sempurna Indonesia, namun telah merangkaikan harapan baru bagi Indonesia yang lebih baik.

Demikian disampaikan Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto. Pernyatan Hasto ini terkait dengan kampanye perdana calon presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputi di Papua, dan di saat bersamaan kampanye cawapres Jusuf Kalla bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Aceh.

Hasto, yang ikut ke Papua mengatakan, sejumlah pemuka agama yang menyaksikan kampanye Joko Widodo menitipkan harapan kepada pasangan nomor urut dua itu. Pdt Herman Saut misalnya, yang mengapresiasi Jokowi yang memberikan perhatian khusus ke Papua. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa Papua hanya bisa memberikan hati.


"Pak Jokowi telah memberikan perhatian khusus. Dalam waktu singkat sudah dua kali ke Papua. Rakyat Papua hanya meminta hukum ditegakkan tanpa pandang bulu," ungkap Pdt Herman Saut, sebagaimana disampaikan Hasto beberapa saat lalu (Kamis, 4/6).

Kata Jokowi, Papua merupakan daerah yang karena kebijakan yang salah menjadi kawasan yang penuh dengan ketidakadilan. Karena itu, bila ia diberi mandat oleh rakyat maka ia, selain akan membangun SDM melalui Revolusi Mental, juga akan mengambil kebijakan adil dalam distribusi barang, dalam sistem logistik nasional melalui tol laut yang akan diutamakan.

"Tol laut ini bukan jalan tol di laut. Tol laut adalah koneksitas laut dengan kapal-kapal besar dari Barat ke Timur, semua menghubungkan Indonesia secara cepat," ujarnya, sambil menegaskan dengan pembangunan SDM melalui Revolusi Mental maka kedepan tidak ada lagi yang meremehkan Indonesia sebagai bangsa.

Dalam kesempatan sama, Ketua Sinode Papua, Pdt. Albert Yuoke juga menegaskan bahwa matahari terbit dari timur dan ini memberikan kepastian bahwa Jokowi adalah presiden ke-7 yang akan datang.

"Hari ini dari Papua dinyatakan bahwa Jokowi adalah presiden ke-7," ujarnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya