Berita

ilustrasi/net

Keuntungan Bersih Electronic City di 2013 Naik 65,4 Persen

RABU, 04 JUNI 2014 | 10:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keuntungan bersih perusahaan retail elektronik Electronic City pada tahun 2013 naik 65,4 persen dari tahun sebelumnya. Keuntungan bersih di tahun 2013 ini sebesar Rp 207 miliar, sementara keuntungan bersih pada tahun 2012 sebesar Rp 125 miliar.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan di Jakarta (Selasa, 3/6) juga diperoleh informasi bahwa pertumbuhan pendapatan PT Electronic City Indonesia, Tbk. pada tahun lalu tercatat sebesar 40,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Tahun 2012 total penjualan Electronic City sebesar Rp 1,431 miliar, sementara di tahun 2013 Rp 2,013 miliar di tahun 2013. Nilai penjualan ini terutama diperoleh daru peningkatan penjualan barang-barang elektronik dan komisi penjualan barang konsinyasi.


Adapun laba kotor Electronic City meningkat 47,0% dari Rp 276 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 406 miliar di tahun 2013.

Didirikan pada 1 November 2001, Electronic City dikenal sebagai salah satu pusat penjual produk elektronik terbesar di Indonesia. Hingga saat ini Electronic City telah memiliki beberapa cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Bandung, Surabaya, Bali, Batam, Palembang dang Medan. Sementara saham Electronic City mulai terdaftar di lantai bursa pada 3 Juli 2013.

Barang-barang elektronik buatan Korea Selatan saat ini merupakan komoditas utama yang dijual di semua toko Electronic City.

Dalam RUPS tersebut, sebagaimana dilansir koreakini.com, juga diketahui bahwa Electronic City mencatatkan peningkatan total aset sebesar 331,6 persen dari Rp 469 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 2.023 miliar di tahun 2013.

Selain itu, dalam RUPS itu juga diputuskan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan baru mengenai masa jabatan Direktur Independen. Dalam RUPS diputuskan Komisaris Utama adalah Hartono Tjahjadi Adiwana, dengan Komisaris Andi Bharata Winata dan Stephen Pribadi, serta Komisaris Independen, Grant Scott Ferguson dan Yuli Soedargo.

Sementara Dewan Direksi dipimpin Direksi Utama Ingrid Pribadi, dua Direktur yakni Made Agus Dwiyanto dan Fery Wiraatmadja, serta Direktur Independen Anita Angeliana. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya