Berita

ahmad basarah/net

Ahmad Basarah: Klaim 52 Miliar untuk Jokowi Cuma Bualan Hashim Djojohadikusumo

SELASA, 03 JUNI 2014 | 09:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang mengatakan telah memberikan sumbangan dana kampanye kepada Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 sebesar Rp 52 miliar adalah pernyataan yang membual dan wajib diwaspadai oleh parpol-parpol maupun pihak-pihak yang mendukung Prabowo dalam pilpres ini.

"Sangat mungkin apa yang sudah diberikan Prabowo dan Hashim kepada berbagai pihak, termasuk parpol-parpol pendukung dan kelompok-kelompok ataupun tokoh-tokoh tertentu pada Pilpres 2014 ini, suatu hari nanti  akan diungkit-ungkit bahkan dilebih-lebihkan," kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 3/6).

Basarah menegaskan, pasangan Jokowi-Ahok adalah hasil kesepakatan kerja sama politik antara PDI Perjuangan dan Gerindra; Jokowi diusulkan PDI Perjuangan dan Ahok diusulkan Gerindra. Dalam Pilkada DKI Jakarta itu PDI Perjuangan membiayai sendiri kampanye Jokowi dan Gerindra membiayai sendiri kampanye Ahok.


Saat itu, ungkap Basarah, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menggerakan seluruh anggota DPR RI dan DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan serta  seluruh kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan untuk menjadi tim sukses Jokowi-Ahok.  Seluruh kader partai di legislatif dan kepala daerah tersebut pun bukan hanya secara fisik turun berkampanye di setiap kelurahan di DKI Jakarta, tetapi mereka juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Gotong royong kader-kader PDI Perjuangan itulah yang sesungguhnya telah mememnangkan pasangan Jokowi-Ahok.

"Jadi klain Hashim telah menjadikan Jokowi sebagai cagub DKI dan membiayai kampanye Jokowi-Ahok adalah sekedar hayalan dan bualan seorang pengusaha yang sedang berambisi merebut kekuasaan negara dengan menjadikan Prabowo sebagai Presiden. Karena dalam kenyataannya justru kader-kader partai Gerindra tidak terlihat aktif memperjuangkan kemenangan pasangan Jokowi-Ahok pada saat itu," demikian Basarah. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya