Berita

rmol

Ingat, Kunci Kemenangan Jokowi-JK Harus Tersebar di 18 Provinsi

SENIN, 02 JUNI 2014 | 10:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila Jokowi-JK jika ingin menang satu putaran maka seluruh tim sukses kemenangan harus ekstra kerja keras karena Pilpres memberikan syarat tambahan selain meraup suara lebih dari 50 persen pemilih sah di Indonesia. Pilpres juga mensyaratkan tambahan bahwa kemenangan di minimal 1/2 dari jumlah provinsi di Indonesia, atau minimal 18 provinsi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti), Fahmi Habcy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 2/6).

"Artinya, walau meraih suara lebih dari 50 persen, tapi hanya berasal dari sejumlah provinsi, maka kemenangan tersebut tidak sah dan ada kemungkinan diulang. Karena itu kita jangan terbuai dengan hanya memfokuskan target 50 persen suara plus satu pemilih sah saja karena memang itu yang lebih dipopulerkan. Kata kuncinya penyebaran kemenangan, " kata Fahmi.


Menurut Fahmi, walaupun sebenarnya UU tersebut dapat diubah hanya cukup menang 50 persen plus 1 suara sah melalui Perppu, tapi melihat sikap SBY dan Demokrat yang "netral bersayap" dikarenakan besannya Hatta Rajasa menjadi Prabowo maka ini menjadi "hil yang mustahal". Memang diakui, jika ditotal partai koalisi pendukung  Jokowi-JK menang di 19 Propinsi, atau dapat diartikan sudah lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

Modal 19 Propinsi ini, katanya, jika mampu dipertahankan dengan baik maka Jokowi tinggal memenuhi syarat menang suara sah 50 persen plus 1.  Angka ini belum memperhitungkan efek bergabungnya JK yang dapat menambah kemenangan provinsi di lumbung suara Golkar walau 'ijab'nya Golkar ke Prabowo.

"Waspadai Papua karena ini bisa menjadi ladang pertarungan juga," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya