Berita

m. ihsan/net

Tim Capres Harus Tegas Larang Anak-anak Ikut Kampanye

SENIN, 02 JUNI 2014 | 07:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) mendatang, meskipun belum ada jadwal kampanye resmi, namun beberapa momentum capres-cawapres yang mengerahkan massa, sudah terlihat jelas melibatkan anak-anak. Anak pun sangat rentan dan gampang tersulut emosi di tengah dua benturan dan saling ejekantar-kubu.

"Benturan antar-kubu berpotensi besar pada anak-anak," kata mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesi (KPAI), M Ihsan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 2/6).

Karena itu, Ihsan meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk secara tegas melarang melibatkan anak-anak dalam kampanye atau arak-arakan. Larangan ini pun menjadi tanggung jawab tim kampanye capres-cawapres, aparat keamanan, dan juga masyarakat.


"Orang tua yang libatkan anak dapat dikenakan ancaman pidana lima tahun sesuai UU Perlindungan Anak. Dan dalam Pasal 87 disebutkan ancaman 5 tahun dan denda 100 juta bagian penyalahgunaan dalam kegiatan politik," tegas Ihsan mengingatkan.

Ihsan menambahkan, dari kasus kekerasan yang diterima KPAI, 90 persen anak melakukan kekerasan karena terinspirasi media seperti TV dan internet. Menjelang Pilpres, banyak kata-kata kasar yang menjelakan lawan politik, membongkar borok dan saling serang di media sosial, internet dan televisi.

"Situasi ini akan menginspirasi anak untuk melakukan kekerasan pada lingkunganya karena mencontoh prilaku buruk yang ditampilkan oleh pendukung capres," demikian Ihsan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya