Berita

rmol

KPK Norak, Sumbangan Liar Jokowi-JK Jelas Gratifikasi!

SABTU, 31 MEI 2014 | 11:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono, yang menyebut sumbangan untuk Jokowi-JK melalui rekening gotong royong bukan gratifikasi patut disesalkan.

"Kalau KPK mau membela pasangan Jokowi-JK jangan terlalu kentara, norak, atau kelihatan publik. Jadi, Penyataan ini kelihatan kurang cerdas dan sangat menganggu independensi KPK di mata publik," kata Direktur Investigasi atau Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok sky Khadafi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 31/5).

Uchok menegaskan, pembukaan rekening dan penerimaan sumbangan dana dari masyarakat oleh bakal Capres tetap sebagai gratifikasi karena sampai saat ini, baik Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta, belum ditetapkan secara resmi. Karena itu, pengumpulan dana dari publik oleh pasangan Jokowi-JK adalah tindakan pengumpulan dana liar yang bisa disidik sebagai tindakan gratifikasi karena Jokowi masih sebagai gubernur Jakarta.


Hal ini, katanya, bisa dilihat dari UU Pilpres sesuai Pasal 94 (1) berbunyi "dana kampanye adalah tanggungjawab pasangan calon". Dengan demikian berarti pengumpulan dana bukan tanggungjawab pasangan bakalan calon.

"Kami minta Jokowi-JK menghentikan pengumpulan sumbangan dari publik, dan hasil pengumpulan dana tersebut segera dilaporkan ke KPK karena masuk pidana gratifikasi, dan Jokowi juga masih menjabat gubernur Jakarta," demikian Uchok. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya