Berita

refly harun/net

Buka Rekening, Bukti Jokowi-JK Berani Kelola Dana Publik

SABTU, 31 MEI 2014 | 08:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Upaya menggalang partisipasi publik dengan membuka rekening gotong royong sebagaimana dilakukan kubu Jokowi-JK merupakan langkah positif dalam politik. Langkah ini, selain mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam politik juga merupakan langkah berani mengelola dana publik secara transparan.

Demikian disampaikan pakar hukum tatanegara, Refly Harun. Refly pun menilai langkah sejumlah orang yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Progress 98 dan melaporkan dibukanya rekening Jokowi-JK ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlalu dibuat-buat dan sangat tidak berdasar. Sebab seharusnya dibedakan antara gratifikasi dan dana kampanye.

"Kalau rekening dana kampanye kan terbuka. Yang penting, identitas penyumbang jelas. Kalu rekening bank itukan identitas harus jelas. Dan ada laporannya," kata Refly beberapa waktu lalu (Jumat, 30/5).


Refly pun kembali menegaskan apa yang dilakukan Jokowi-JK justru positif karena mereka berani mengelola dana publik secara transparan. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Presiden AS Obama saat menjadi kandidat presiden. Saat itu, Obama menerima sumbangan bahkan cuma sebesar 1 atau 2 dolar AS.

"Itulah sebabnya sumbangan dibatasi, agar calon yang terpilih nantinya tak tersandera pemilik modal. Walaupun harus tetap dicek apakah sumbangan itu dari publik," demikian Refly, sambil mengajak agar pasangan capres manapun tak menggunakan kampanye hitam. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya