Berita

ilustrasi/net

PD Pasar Jaya Terkesan Mau Benturkan Jokowi dengan Pedagang Pasar Senen

JUMAT, 30 MEI 2014 | 14:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komitmen PD Pasar Jaya menggratiskan Pasar Senen Blok VI mulai dipertanyakan. Sebab PD Pasar Jaya terkesan menolak program pembangunan gratis Pasar Senen Blok VI dari Gubernur DKI Jakarta, dan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda PD Pasar Jaya akan membangun pasar tersebut.

"Terkesan menolak namun tidak berani terus terang. Itu namanya melawan perintah atasan," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat, Ahmad Hussen Alayidrus, beberapa saat lalu (Jumat, 30/5).

Hussein menduga PD Pasar Jaya mengunakan siasat teror kepada para pedagang. Semua pedagang eksisting Pasar Senen blok VI, tidak akan diberi Sertifikat Hak Pemakaian Tempat Usaha (SHPTU) bilamana tempat usaha gratis.

"Ini membuat sebagian pedagang takut dan menolak program gratis. Terkesan PD Pasar Jaya akan membenturkan Gubernur dengan pedagang Pasar Senen blok VI," ujarnya.

Alayidrus pun mengingatkan PD Pasar Jaya untuk berlaku berbeda pada pedagang Pasar Senen dengan pedagang Pasar Tanah Abang blok G. Sebab pedagang pasar Tanah Abang Blok G memang gratis dan pedagang tidak mendapat SHPTU. Namun, pedagang itu bukan pedagang eksisting PD Pasar jaya.

"Mereka para pedagang eks kaki lima yang bukan binaan Pasar Jaya," ujarnya.

Terkait alasan PD Pasar Jaya jika tempat usaha diberikan gratis dan pedagang mendapat SHPTU, dikhawatirkan tempat usaha tersebut akan diperjual belikan, Alayidrus menilai hal itu masih bisa dicari solusinya.

"Misalnya para pedagang bisa diwajibkan membuat pernyataan tidak akan menjual. Jadi hal seperti itu bisa saja dicarikan jalan keluarnya, inikan hanya masalah ada itikad baik atau tidak dari PD Pasar," demikia Alayidrus. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya