ilustrasi/net
ilustrasi/net
Karena itu, kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habcy, janji duet Prabowo-Hatta untuk me-nol-kan utang luar negeri pada 2019 bila dipercaya memimpin Indonesia sangat tidak masuk akal. Janji dan cita-cita ini sendiri tertuang dalam dokumen visi misi yang berjudul "Membangun Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil, Makmur serta Bermartabat" yang sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagaiman disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo.
Karena itu, saran Fahmi, sebagaimana disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 30/5), sebaiknya timses Prabowo-Hatta menanyakan dahulu kepada cawapres Hatta Rajasa kenapa ketika diberi amanat selama lima tahun menjadi Menko Perekonomian utang Indonesia terus bertambah. Sehingga publik tidak sekedar mendengar cita-cita setinggi langit namun bertabrakan dengan realita dan kinerjanya.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Senin, 27 April 2026 | 14:16
UPDATE
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13
Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13
Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46
Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15