Berita

ilustrasi/net

Diragukan Cita-cita Nol-kan Utang Luar Negeri di 2019 Bisa Terwujud

JUMAT, 30 MEI 2014 | 03:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejak 2009, utang luar negeri Indonesia melonjak 50 persen dari Rp 1.590 triliun sampai dengan Rp 2.200 triliun per september 2013. Lonjakan utang ini menunjukkan bahwa pemerintahan SBY, dengan Menko Perekonomiannya Hatta Rajasa,  tidak mencerminkan semangat untuk mengurangi utang Indonesia, atau dengan kata lain gagal mengelola utang Indonesia.

Karena itu, kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habcy, janji duet Prabowo-Hatta untuk me-nol-kan utang luar negeri pada 2019 bila dipercaya memimpin Indonesia sangat tidak masuk akal. Janji dan cita-cita ini sendiri tertuang dalam dokumen visi misi yang berjudul "Membangun Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil, Makmur serta Bermartabat" yang sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagaiman disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo.

Karena itu, saran Fahmi, sebagaimana disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 30/5), sebaiknya timses Prabowo-Hatta menanyakan dahulu kepada cawapres Hatta Rajasa kenapa ketika diberi amanat selama lima tahun menjadi Menko Perekonomian utang Indonesia terus bertambah. Sehingga publik tidak sekedar mendengar cita-cita setinggi langit namun bertabrakan dengan realita dan kinerjanya.


Ia pun mengungkapkan bahwa presiden ke depan mewariskan jejak kegagalan kebijakan ekonomi pemerintahan sebelumnya yaitu ancaman kelangkaaan listrik 2015 yang didepan mata akibat program kelistrikan  Akselerasi I dan II yang  tidak sesuai target, impor produk perikanan dan pertanian yang tinggi serta nilai tukar rupiah yang terpuruk.

"Tidak ada salahnya sekali-kali berpikir visi misi  sambil berkaca di kolam yang jernih agar tidak terjebak dalam autisme berpikir. Publik menentukan calon presiden yang  punya semangat anti-hutang mudah saja lihat saja profil keuangan para capres-cawapres tentang laporan kekayaan yang dilaporkan ke KPK. Siapa yang laporan utangnya nol persen," demikian politisi muda PDI Perjuangan ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya