Berita

prabowo/net

Koalisi Besar Prabowo Jadi Bukti Kepemimpinan Politik yang Tak Tegas

JUMAT, 30 MEI 2014 | 02:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Koalisi besar yang dibangun Prabowo-Hatta menjadi bukti bahwa sebenarnya Prabowo tidak setegas yang dibayangkan. Koalisi itu mencerminkan bahwa sesuungguhnya Prabowo sosok yang kompromistis.

"Pilihannya yang mengajak koalisi besar parpol, menjanjikan banyak  jabatan kepada elit-elite parpol yang terkadang tak memiliki dasar pijakan memperlihatkan bahwa watak dasar kepemimpinan politik Prabowo bukanlah  bersikap tegas. Tapi lebih tepat disebut kompromistik," kata pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, beberapa waktu lalu (Kamis, 29/5).

Menurut Ray, ketegasan dalam memiimpin bisa dilihat dari dua hal. Pertama, sikapnya yang tak kenal kompromi jika menyangkut hal-hal yang  sangat prinsipil bagi dirinya dan dalam kasus yang lebih besar adalah bagi bangsanya. Kedua, tak pernah ragu dalam mengambil keputusan dan  siap menanggung resiko dari pilihan-pilihan politiknya.


"Kalau dilihat dari dua kaca mata itu, bisa jadi citra Prabowo yang  disebut tegas itu  tak selalu berjalan mulus," kata Ray.

Ray menambahkan sikap partai-partai yang tergabung dalam koalisi ini. PKS dan Golkar misalnya lebih dikenal sebagai partai yang lebih ramah pada pasar bebas. Sementara  Gerindra selalu menyatakan pembatasan import. PAN adalah motor  amandemen Undang-Undang Dasar, sementara Gerindra justru terkesan tak  seliberal PAN dalam amandemen.

"Jalan yang membuat mereka bertemu tentu saja karena ada kompromi ide  dan pembagian kekuasaan. Di sinilah salah satunya indikasi mengapa  kepemimpinan Prabowo lebih tepat disebut berwatak kompromistik daripada tegas," demikian Ray. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya