Berita

Spanduk Tak Berizin Segera Dicopot Atas Perintah Jokowi

KAMIS, 29 MEI 2014 | 13:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dengan tegas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginstruksikan agar semua spanduk tak berizin, termasuk spanduk yang terkait dengan kampanye pilpres yang ada tersebar DKI Jakarta, harus dicopot. Jokowi pun tegas dan tidak diskriminatif, sebab semua spanduk yang mengatasnamakan relawan Jokowi-Jusuf Kalla pun ikut dibersihkan.

Pencopotan dan pembersihan spanduk ini dilakukan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, yang dipimpin Kukuh Hadi Santoso. Pembersihan dimulai dari wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya melaksanakan ini atas perintah Pak Gubernur. Karena spanduk-spanduk ini belum tepat waktu dan tempatnya. Belum waktunya kampanye, apalagi memasangnya juga di daerah yang dilarang," jelas Kukuh di Jakarta (Kamis, 29/5).


Di antara daerah yang dilarang itu, kata Kukuh, merupakan wilayah protokol seperti kawasan Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, Medan Merdeka, dan Monas. Ia pun menegaskan aksi ini sesuai aturan Bawasda DKI Jakarta.

"Pemerintah Daerah DKI Jakarta patuh pada peraturan. Justru Pak Gubernur yang arif dan bijaksana yang memerintahkan," ujarnya, sambil mengatakan bila selama ini imbauan sudah dikeluarkan Pemda DKI Jakarta namun para pemasang spanduk beraksi di malam hari ketika aparat sedang beristirahat.

Atas aksi ini, anggota Koordinatoriat Relawan Pemenangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mendukung langkah tegas Jokowi tersebut. Sebab, sebagai negara hukum, kepatuhan masyarakat akan menentukan tertib tidaknya kehidupan bermasyarakat.

"Sebagai warga Jakarta, kita harus terima resiko ini, patuh ke gubernur walau kita mendukung dia sebagai calon presiden," kata Eva.

Sebaliknya, kata Eva, pihaknya melihat gubernur telah menegakkan aturan meski secara pribadi dirugikan. Mungkin ada relawan yang akan sebal, namun semua menyadari kepentungan bersama harus dimenangkan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya