Berita

ilustrasi/net

Ratusan Calon TKI ke Jepang Dinyatakan Lulus 100 Persen

KAMIS, 29 MEI 2014 | 02:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebanyak 187 calon TKI perawat yang hendak bekerja ke Jepang dinyatakan lulus 100 persen dalam pendidikan dan pelatihan Bahasa Jepang selama enam bulan di Indonesia. Ke-187 calon TKI perawat yang lulus Diklat itu meliputi 41 nurse (perawat pasien di rumah sakit) dan 146 careworker (perawat pasien orangtua usia lanjut di Panti Jompo).

Demikian disampaikan Deputi Penempatan Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Agusdin Subiantoro, saat memberi  sambutan pada " Penutupan Diklat Bahasa Jepang Bagi Calon TKI Perawat Jepang Angkatan Ke-7" di Aula Graha HB Jassin Gedung P7TKI Bahasa, Jalan Gardu-Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Rabu, 28/05).

Menurut Agusdin, 187 Calon TKI perawat Jepang itu pada tanggal 15 Juni 2014 mendatang akan diberangkatkan ke Jepang setelah sebelumnya mengikuti Pre Departure Orientatin selama tiga hari, pada 12-14 Juni 2014, di Pusat Graha Insan Cita, Jalan Lafran Pane 100 Depok, Jawa Barat. Setibanya di Jepang, para calon TKI ini juga akan menjalani Diklat Bahasa Jepang selama enam bulan.


"Kami menyampaikan terima kasih atas keberhasilan 187 calon TKI perawat Jepang yang telah dinyatakan lulus Diklat selama enam bulan di tanah air. Namun patut diingat, bahwa kelulusan ini baru tahap pertama. Para calon TKI perawat nantinya masih akan berjuang lagi dengan mengikuti Diklat Bahasa Jepang selama enam bulan di Jepang sebelum kemudian bekerja sesuai dengan bidangnya, yakni nurse dan careworker," demikian Agusdin. [ysa]

Agusdin juga berpesan agar TKI dapat menjaga kesehatan dengan baik, sehingga nantinya selama enam bulan Diklat Bahasa Jepang di Jepang dapat dijalani dengan maksimal dan berhasil seperti saat menjalani Diklat di tanah air. Agusdin juga meminta TKI meningkatkan belajar dan etos kerja dengan baik sehingga dapat mengikuti ujian nasional Bahasa Jepang dan dinyatakan lulus dengan memuaskan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya