Berita

ilustrasi/net

Politik

Indonesia Butuh Pemimpin yang Punya Pengalaman di Daerah

RABU, 28 MEI 2014 | 23:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Seseorang yang pernah jadi walikota dan gubernur memiliki nilai tambah tersendiri bila maju dalam Pilpres. Sebab orang tersebut sudah pernah merasakan pemerintahan di skala lebih kecil dari negara.

Apabila memakai perspektif teori kepemimpinan, kata pengajar Fisipol Universitas Indonesia, Eko Sakapurnama, ada tiga hal yang menjadi titik sentral. Yaitu faktor leader, faktor pengikut atau masyarakat (follower), dan situasi yang melingkupi masyarakat (situation).  Dan seorang leader akan sangat menentukan bagaimana kehidupan follower.

Dalam konteks masyarakat yang heterogen, lanjutnya, Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar sudah berpengalaman dalam hal tata kelola pemerintahan. Artinya sudah terbiasa menghadapi heterogenitas permasalahan yang dihadapi birokrasi dan masyarakat.


"Heterogenitas masyarakat itu membutuhkan pemimpin berpengalaman. Bukan hanya seorang leader tegas, tapi juga jelas kualitas pengalamannya," tegas Eko dalam keterangannya, Rabu (28/5).

Dia lalu memberikan contoh seorang Bill Clinton, Presiden AS yang dikenal cukup sukses mengangkat perekonomian negara itu saat memimpin. Clinton, yang memimpin AS selama 10 tahun, adalah mantan Gubernur Negara Bagian Arkansas sebelum jadi presiden.

"Bila seseorang punya pengalaman memegang pemerintahan di bawah negara, maka cenderung lebih bagus ketika memegang di level negara," ujarnya.

"Jadi keberadaan calon presiden yang berpengalaman seperti itu justru jadi nilai tambah bagi Indonesia yang lebih kompleks, dan mudah-mudahan membawa Indonesia ke arah lebih baik," tambah Eko Sakapurnama. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya