Berita

ilustrasi/net

Pilpres Momentum untuk Mengadili Capres-Cawapres

RABU, 28 MEI 2014 | 06:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemilihan Presiden 2014 harus menjadi momentum bagi rakyat pemuda, mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk mengadili calon presiden dan wakil presiden yang menempatkan ekonomi rakyat di bawah ketergantungan hutang luar negeri, privatisasi dan keserakahan modal perusahaan-perusahaan internasional dalam mengeruk kekayaan alam dan sumber-sumber kehidupan rakyat.

"Pemilihan Presiden 2014 ini harus menjadi momentum untuk mengadili para calon-calon yang melindungi koruptor, pelanggar HAM dan mencabut berbagai produk UU, seperti UU Keamanan Nasional dan UU Ormas," kata Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 28/5).

Pemilihan Presiden 2014 ini juga, lanjut Lamen, harus menjadi momentum bersama untuk mengajak rakyat Indonesia mencabut berbagai produk legislasi nasional (UU) yang melegitimasi berbagai pengusaan modal asing dan swasta dalam sector migas, pertambangan, perkebunan, listrik, pertanian, perbankan, dan lain-lain. Pilpres juga harus menjadi momentum untuk menggerakkan rakyat melalui berbagai organisasi massa rakyat untuk berperan aktif dalam mengontrol presiden terpilih nanti.


"Rakyat yang memiliki harapan terwujudnya demokrasi dan kesejahteraan rakyat harus mulai membangun organisasi massa untuk menagih janji presiden terpilih dalam pemilu 2014 ini," demikian Lamen.

Lamen juga mengajak rakyat untuk tak memilih capres-cawapres yang melanggar HAM dan anti demokrasi; tak memilih capres-cawapres yang menyuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme; dan tak memilih capres-cawapres yang menjual sumber daya alam dan sumber-dumber kehidupan rakyat Indonesia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya