Berita

Ottmar Hitzfeld/net

Akankah Ottmar Hitzfeld Mengakhiri Karir dengan Manis?

SELASA, 27 MEI 2014 | 00:12 WIB | LAPORAN:

. Manajer tim nasional Swiss, Ottmar Hitzfeld, akan mengakhiri karir kepelatihan usai piala dunia 2014 di Brasil. Dan pria berusia 65 tahun itu telah mengumumkan hal ini kepada publik dunia sepak bola akhir sejak tahun lalu.

Sebagai pelatih, Hitzfeld telah mengukir banyak prestasi. Diantaranya membawa Bayern Muenchen meraih lima kemenangan Bundes Liga dan satu Trofi Liga Champions. Ia juga membawa Dortmund menjuara Liga Jerman dua kali dan satu juara Liga Super Swiss bersama club Grasshopper.

Hitzfeld telah membimbing tim nasional Swiss sejak 2008. Semenjak melatih ia berhasil membawa Swiss lolos  jadi peserta Pialada Dunia 2010 di Afrika Selatan. Namun sayang, saat itu, pria tua asal Jerman itu tidak dapat membawa anak asuhannya untuk lolos ke babak 16 besar saat itu.


Di piala dunia 2014, Hitzfeld kembali membawa tim nasional Swiss untuk ikut serta di Brasil. Ia membawa lebih banyak skuad muda namun sarat pengalaman di klubnya masing-masing. Diantaranya, Xherdan Shaqiri (Bayern Munich), Gokhan Inler (Napoli), Granit Xhaka (Borussia Monchengladbach) dan Stephan Lichtsteiner (Juventus)

Di Brasil, Swiss berada di Group E bersama Prancis, Ekuador dan Honduras. Dengan Perancis, Swiss  telah bertemu 36 kali, dan lima 15 kali prancis menang, 12 Swiss yang menang, serta sembilan kali imbang. Sedangkan baru satu kali Swis bertemu Honduras, saat babak penyisihan grup piala dunia 2010 yang dengan skor imbang 0-0. Terakhir, Swis dan Ekuador tak pernah satu kali pun bertanding.

Peluang Hitzfeld memang cukup terbuka lebar untuk lolos dari putaran grup mengingat Prancis cukup terseok-seok di babak kualifikasi pra piala dunia. Sementara Ekudor dan Honduras bukanlah tim dengan taburan pemain bintang.

Akankah akhir karir kepelatihan mantan Striker Timnas Jerman itu dapat memberikan hasil yang positif kepada publik sepak bola Swiss? [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya