Berita

ilustrasi/net

Penyelamat Golf Indonesia Dorong KONI Gelar Munaslub PGI

SENIN, 26 MEI 2014 | 15:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dunia olahraga mengisnpirasi siapapun yang terlibat di dalamnya untuk berpikir dan bertindak sportif. Karena itu tak bisa dibayangkan bila pengurus organisasi suatu cabang olahraga terpilih melalui praktek politik uang.

Demikian disampaikan Jimmy CE Matitaputty dari Penyelamat Golf Indonesia. Pernyataan Jimmy ini terkait dengan terpilihnya Murdaya Poo sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) periode 2013-2017 hasil Munas PGI 21-22 Mei di Bali yang akhirnya diduga karena jual-beli suara.

"Praktek jual beli suara sungguh tindakan yang jauh dari nilai-nilai sportivitas. Apa jadinya dunia olah raga Indonesia, tatkala pengurus organisasinya dikuasai praktek politik uang dalam memilih pemimpinnya ," kata Jimmy dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 26/5).

Dalam catatan Jimmy, dugaan keluarga Murdaya Poo dalam praktek suap-menyuap memang bukan barang baru. Bahkan, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sudah memutus bersalah Hartati Murdaya Poo dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara, karena menyuap Bupati Buol di Sulawesi Tenggara untuk urusan pembebasan lahan untuk kebun sawitnya.

"Tindakan yang dilakukan Murdaya Poo yang membeli suara peserta Munas PGI untuk memilih dirinya adalah tindakan kotor tak beretika. Kuasa uang yang dia miliki telah merusak sportifitas dunia olahraga," ungkap Jimmy.

Untuk itu, lanjut Jimmy, Penyelamat Golf Indonesia meminta Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) untuk segera membatalkan hasil Munas PGI Golf, dan menggelar serta mengawasi penyelenggaran Munas Luar Biasa PB PGI. Penyelamat Golf Indonesia juga menuntut KONI untuk menjaga organisasi olahraga bersih dari praktek politik uang.

"Prestasi olah raga Indonesia tidak boleh dikalahkan oleh uang," demikian Jimmy. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya