Tim Uber dan Thomas Indonesia kembali gagal mengakhiri puasa gelar masing-masing. Tim Uber harus pulang lebih dulu setelah tersingkir di perempat final dengan skor 0:3 dari Tim India pada Kamis malam (22/5). Sehari setelahnya, tim Thomas menyusul tersingkir di babak semi final setelah kalah dari tim Malaysia dengan skor sama. Namun begitu, publik di dunia maya tetap memberi dukungan.
Tim Uber Indonesia terakhir menjadi juara pada 1996 setelah mengalahkan China dengan skor 4:1. Setelah itu, performa Tim Uber tidak bersinar lagi. Satu-satunya prestasi tertinggi yaitu juara dua pada 1998 karena kalah melawan China dengan skor 1:4 di final. Dengan begitu, sudah 18 tahun Tim Uber Indonesia belum juara lagi.
Sedangkan, Tim Thomas terakhir menjadi juara pada 2002 saat berhasil menumbangkan Malaysia dengan skor 3:2. Pada 2010, sebenarnya Tim Thomas juga berpeluang masuk final tapi kalah 0:3 dari China di hari terakhir. Berarti, sampai sekarang sudah 12 tahun Tim Thomas Indonesia puasa gelar.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Gita Wirjawan berjanji akan mengevaluasi capaian Tim Thomas dan Uber. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh tidak hanya pada pemain, tetapi juga pelatih.
"Pasti ada evaluasi baik di tim putra dan putri. Kami akan duduk bersama mendiskusikan apa saja yang perlu ditingkatkan. Namun sekali lagi, saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain dan pelatih," ujarnya seperti dilansir badmintonindonesia.org.
Sebelumnya, Gita menargetkan kedua tim menjadi juara. Dia bahkan menyempatkan diri menyaksikan langsung di Siri Fort Indoor Stadium, India ketika tim putra melawan Malaysia.
"Kekalahan harus diterima, walaupun belum bisa ke final. Memang target awalnya bisa ke final dan memenangkan pertandingan melawan siapapun. Ini akan menjadi catatan buat kami dan buat kita semua. Memang belum waktunya," jelas Gita.
Meskipun tidak berhasil juara, publik di dunia maya tidak begitu kecewa. Publik tetap mengapresiasi perjuangan tim bulu tangkis Indonesia lewat jejaring sosial Twitter.
"Meski tim Uber dan Thomas kita gagal melaju ke final, kita tetap harus mengapresiasi kerja keras mereka untuk mengibarkan merah putih di dunia," ucap mantan atlet Tenis Yayuk Basuki dalam akun @YayukBasuki.
Menpora Roy Suryo ikut menghibur. Politik Demokrat ini mengajak semua untuk memberikan apresiasi untuk tim Uber dan Thomas Indonesia. "Tweeps, kita tetap mengapresiasi tim Thomas dan Uber Indonesia," tulisnya di @KRMTRoySuryo.
Akun @izkiannisa juga memberikan jempolnya untuk tim Uber dan Thomas. "Terimakasih tim Thomas dan Uber cup Indonesia yang sudah berjuang! Tetap semangat!," katanya.
Akun @BulutangkisBWF meminta tim putra dan putri tidak patah arang dengan kekalahan tersebut. Sebab, masih banyak turnamen dan pertandingan ke depan yang bisa dimenangkan.
Namun, sebagian tweeps ada yang masih kesel dengan kekalahan tim Uber dan Thomas kemarin. "Masih nyesek Uber sama Thomas Indonesia kalah," tulis @Mrafly_Aulia sambil memasang tanda sedih.
Tweeps @erryzulkarnaen juga terlihat masih jengkel. Menurutnya, kekalahan tahun ini lebih menyakitkan tahun 2012.
Artis Joshua Suherman "menyoprot" Gita atas kekalahan ini. "Iklannya pada nyuruh penonton dukung Tim Thomas dan Uber Indonesia. Nggak usah disuruh, itu udah pasti. Pengurusnya aja tinggal bikin juara," ucapnya di akun @jojosuherman.
Akun @andreasojoeda bicara lebih keras. Dalam evaluasi PBSI nanti, dia minta bukan hanya tim dan pelatih yang dievaluasi, tapi juga Gita sebagai ketua umum. "Ganti ketum," ucapnya.
Namun, ada juga akun yang menjadikan kekalahan tim Uber dan Thomas ini sebagai bahan lucu-lucuan. "Piala Uber dan Piala Thomas. Cieeee Thomas diUber. Ejieeeeeh," kicau @akuonal.
[why]