Berita

jokowi-din syamsuddin/istimewa

Visi Misi Jokowi yang Disampaikan di Tanwir Muhammadiyah Bisa Jawab Persoalan Pendidikan

SABTU, 24 MEI 2014 | 09:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Visi dan misi Jokowi yang terangkum dalam gagasan Revolusi Mental, khususnya di bidang pendidikan, diharapkan dapat benar-benar terlaksana. Sehingga pendidikan di Indonesia yang layak anak sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangk Menengah (RPJMN) dan kebijakan antar pemerintahan berjalan berkesinambungan.

Harapan ini disampaikan Ketua Satgas Perlindungan Anak, M. Ihsan, beberapa saat lalu (Sabtu, 24/5). Harapan ini disampaikan Ihsan, yang juga mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah setelah mencermati visi-misi Jokowi dalam bidang pendidikan.

Jokowi menyampaikan visi-misinya di dunia pendidikan saat hadir dan menjadi narasumber acara Tanwir Muhammadiyah di Hotel Mesra Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu pagi ini. Tanwir Muhammadiyah adalah permusyawaratan tertinggi dalam Persyarikatan Muhammadiyah di bawah Muktamar, serta dihadiri oleh semua perwakilan pimpinan wilayah Muhammadiyah se-Indonesia dan wakil pimpinaan organisasi otonom tingkat pusat.


Dalam kesempatan ini, Jokowi mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia harus dibenahi dari mulai SD sampai perguruan tinggi dengan konsep Revolusi Mental. bagi Jokowi, percuma Indonesia memiliki pembangunan bila ternyata sumber daya manusianya bermasalah secara mentalitas.

Strategi Jokowi dalam membenahi mental di bidang pendidikan ini, adalah dengan merumuskan agar pendidikan di tingkat SD terdiri dari 80 persen untuk pendidikan mental, budi pekerti dan karakter, serta 20 persen untuk pendidikan umum. Untuk tingkat SMP, 60 persen pendidikan mental, budi pekerti dan karakter, sementara 40 persen untuk pendidikan umum. Di tingkat SMA, ketika mental baik sudah terbangun sejak dini, maka baru 20 persen pendidikan mental, budi pekerti dan karakter, dan 80 persen pendidikan umum.

Menurut Ihsan, visi dan misi Jokowi di bidang mendidikan ini dapat menjawab persoalan kekerasan seksual dan kriminalitas yang terjadi pada anak-anak Indonesia yang sudah berada pada situasi yang darurat dan memprihatinkan. Apalagi Jokowi melihat bahwa respon terhadap kasus adalah respon jangka pendek, sementara Indonesia  harus menyiapkan program jangka panjang yang dapat mencegah dan meminimalisir serta menekan angka kekerasan terhadap anak atau anak sebagai pelaku.

"Semoga visi misi ini dapat terlaksana untuk menjadikan Indonesia yang layak anak," demikian Ihsan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya