Berita

ilustrasi/net

Benarkah Kasus SDA Jadi Petunjuk Mengapa SBY Bersikap Netral

JUMAT, 23 MEI 2014 | 09:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pendukung Jokowi-JK boleh saja senang dengan status tersangka Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali, dalam kasus dana haji.

Status ini bisa dijadikan salah satu bahan untuk menyudutkan pasangan Prabowo-Hatta sebagaimana beredar melalui media sosial secara sarkastik. Sebab Suryadharma Ali adalah salah satu pendukung Prabowo-Hatta.

Namun sejatinya, kubu Jokowi-JK harus waspada, sebagaimana juga kubu Prabowo-Hatta. Kasus SDA dinilai sementara orang hanya pintu pembuka atau sinyal awal kasus-kasus selanjutnya yang siap melibas dua kubu. Kasus SDA juga bisa menjadi alat legitimasi awal bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tebang pilih.


Sementara orang tadi itu percaya, masih banyak kasus yang akan meruntuhkan pilar-pilar pendukung capres-cawapres yang kini masih diproses di KPK. Bahkan tak mustahil merontokkan capres-cawapres itu sendiri.

Sebut saja misalnya kasus Proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT), kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID), kasus impor sapi dan mafia anggaran, kasus hibah kereta api dari Jepang, kasus pembangunan beberapa bandara di Indonesia, dan kasus Transjakarta. Hingga saat ini, kasus-kasus ini masih menjadi bola liar, yang siap mengantam siapa saja.

Dan tentu saja tak bisa dibayangkan bila kasus-kasus ini benar-benar menyeret nama-nama besar yang kini sedang menarik simpati publik itu.

Dari sisi ini, ada juga yang percaya, mengapa SBY sengaja bersikap netral dalam Pilpres 2014. SBY diyakini bukan duduk di bangku penonton, melainkan sedang berdiri di panggung permainan yang lain.

Benarkah demikian? Waktu yang akan menjawabnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya