Berita

rmol

Sebagian Visi dan Misi Jokowi-JK Nyolong Ide Rizal Ramli?

KAMIS, 22 MEI 2014 | 15:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di luar nawa cita visi dan misi Jokowi-JK yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada yang menarik. Dalam visi dan misi Jokowi-JK yang tertuang dalam "Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian" itu juga ada soal pembiayan partai politik oleh APBN.

Dalam visi dan misi itu, Jokowi-JK mau merestorasi UU partai politik untuk mendorong pelembagaan partai politik, melalui penguatan sistem kaderisasi, rekruitmen, dan pengelolaan keuangan partai. Mereka mau mendorong pengaturan pembiayaan partai politik melalui APBN/APBD yang diatur dengan UU partai politik. Visi dan misi ini didasari oleh realitas politik ketika pelaku politik dari berbagai partai politik akhirnya korup dan merampok uang rakyat karena begitu mahalnya biaya politik.

Visi dan misi Jokowi-JK ini tentu saja cukup ideal karena mau menutup perampokan uang negara secara sistematis dan terstruktur dengan melihat akar persoalan sejak dari hulu.


Namun memang bila dicermati lebih mendalam lagi, visi dan misi seperti ini bukan lah hal yang baru. Boleh dikatakan, sudah sejak lama visi dan misi ini disuarakan dan diwacanakan terus menerus, dan bahkan ketika politisi PDI Perjuangan ragu. Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie OFP, misalnya menilai cara pembiayaan partai seperti ini akan membuat masyarakat semakin apatis terhadap partai politik. Baca: Gagasan Partai Dibiayai APBN di Tengah Masyarakat yang Kian Apatis Akan Sulit Diterima

Sementara itu, sosok yang bisa dikatakan pertama kali dan begitu gencar mewacanakan gagasan ini adalah Menko  Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid, Dr. Rizal Ramli. Dalam berbagai kesempatan, sejak tiga tahun lalu, Rizal Ramli mendorong agar partai politik dibiayai APBN untuk mengikis praktek korupsi yang begitu menggurita.

Tepat tiga tahun lalu, di bulan Mei 2011, Rizal Ramli misalnya, saat menyampaikan pidato kebudayaan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, mengatakan agar sistem demokrasi sungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan rakyat, dan tidak dibajak oleh kekuatan uang, maka perlu dilakukan reformasi pembiayaan partai politik, seperti halnya di Jerman dan Australia. Di negara itu, partai politik dibiayai oleh negara. Baca: Dari Partai Politik yang Tidak Dibajak Kekuatan Uang hingga APBN yang Dihemat 30 Persen...

Karena itu, tidak heran ada yang menilai, sebagian visi dan misi Jokowi-JK ini nyolong ide dan gagasan Rizal Ramli tanpa referensi. Tentu saja, untuk menghentikan penilaian dari sementara kalangan itu, Jokowi-JK, atau timnya, harus segera mengklarfikasi persoalan ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya