Berita

jokowi-jk

Jaringan Kemandirian Nasional Menjaga Kemenangan Jokowi-JK Tetap "Bersih"

KAMIS, 22 MEI 2014 | 10:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Momentum Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres 2014) sebaiknya tidak hanya berisi agenda dukung mendukung, tapi juga perhatian pada perbaikan kualitas penyelenggaraan.

Demikian ditekankan Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), A. Iwan Dwi laksono dan Sekjen JAMAN, Heriandi Lim, dalam pernyataan pers yang diterima redaksi (Kamis, 22/5).

Dua pasangan bakal calon akan segera ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Harapan rakyat Indonesia untuk perbaikan dan kemajuan bangsa dititipkan ke pasangan calon yang mendapat mayoritas suara rakyat Indonesia pada 9 Juli nanti.


Namun, berdasarkan evaluasi JAMAN terhadap Pemilu Legislatif (Pileg 2014) yang baru lewat, ada kekhawatiran terhadap kinerja KPU yang potensial menodai proses demokrasi.

"KPU berpotensi menjadi Komisi Pasar Umum," sindir Heriandi Lim.

Faktanya, proses Pileg lalu dipenuhi dengan praktik kecurangan yang melibatkan petugas penyelenggara.

Karena itu, Ormas ini meminta KPU Pusat segera mengganti penyelenggara pemilu di setiap tingkatan yang terindikasi tidak baik dan tercela, dan menuntut penyelenggara Pilpres 9 Juli di setiap tingkatan untuk menjaga independensi.

Ditegaskan Heriandi, seluruh pengurus wilayah JAMAN se-Indonesia akan bergerak untuk mengawal pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun, metode gerak yang dilakukan adalah dengan mengawasi segala potensi kecurangan Pilpres dan menjaganya agar lebih fair.

"Kami mengajak keterlibatan semua unsur rakyat untuk berpartisipasi dalam relawan pengawas Pilpres yang fair untuk kemenangan Jokowi-JK," tandas Heriandi. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya