Berita

denny ja/net

Denny JA: Publik Lebih Percaya Jokowi untuk Ciptakan Pemerintahan yang Bersih

KAMIS, 22 MEI 2014 | 09:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Boleh saja para tim ahli menyusun teori dan wacana terkait dengan keunggulan Jokowi dan Prabowo. Namun hal penting yang juga harus diperhatikan adalah respons publik terhadap capres dan cawapres. Misalnya soal perspsi kejujuran.

"Dari sisi kejujuran pemimpin untuk menjalankan pemerintahan bersih korupsi, Jokowi unggul telak," kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia yang juga pendiri Lembaga Survei Indonesia, Denny JA.

Menurut Denny, berdasarkan survei pada Mei ini, publik yang menilai Jokowi jujur mencapai 77,3 persen. Sementara publik yang menilai Prabowo jujur hanya 54,9 persen. Dengan demikian, Jokowi unggul 20 persen di artas Prabowo.


Dari sisi pemilih yang mementingkan isu pemerintahan yang bersih sebagai prioritas, publik juga lebih percaya pada Jokowi ketimbang Prabowo; 36,54 persen percaya Jokowi, dan 23,80 persen percaya Prabowo. Sisanya 39,66 persen, mengatakan tak tahu atau tak jawab. Dengan demikian, bagi pemilih yang mementingkan pemerintahan bersih, jokowi unggul atas Prabowo sekitar 13 persen.

Isu pemerintahan bersih ini menjadi salah satu isu utama Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta. Dari sembilan agenda program Jokowi-JK, prioritas pemerintahan bersih korupsi cukup menonjol dan ada di  nomor empat. Sementara dalam agenda Prabowo-Hatta, membangun pemerintahan bebas korupsi ada di nomor delapan.

"Untuk sementara, pemilih lebih mempercayai Jokowi yang lebih jujur dan lebih mampu menjalankan program pmerintahan yang bersih korupsi. Namun masih ada waktu 40 hari bagi Prabowo untuk mengejar ketertinggalannya," demikian Denny JA, dalam akun twitternya @DennyJA_WORLD pagi ini (Kamis, 23/5). [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya