Berita

ilustrasi/net

Bila Saja Megawati Cinta Bung Karno...

KAMIS, 22 MEI 2014 | 08:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila ditarik benang merah dari hampir semua tindakan dan kebijakan Jusuf Kalla selama menjadi wakil presiden saat mendampingi SBY di periode 2004-2009, maka sejatinya ideologi mantan Ketua Umum Golkar itu berpihak pada pesar bebas atau dengan kata lain neoliberalistik.

Tentu saja ideologi ini sangat bertentangan secara diametral dengan ideologi Trisakti yang digariskan oleh Bung Karno.

Di luar itu, selain ideologi, JK juga dikenal cukup pragmatis dan transaksional. Karena itu bisa jadi JK, bila persepsi pragamatis dan kolutipnya menyebar, justru akan semakin menarik elektabilitas Jokowi ke bawah, yang faktanya kian menurun itu. Apalagi nama Jokowi juga terus diseret-seret dalam kasus Trasnjakarta.


Melihat kondisi ini, dan juga situasi ketika Jokowi-JK sudah terlanjur dimajukan menjadi capres-cawapres, saran sementara orang yang peduli dengan ajaran Bung Karno, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri harus secara jelas membuat garis pemisah bila akhirnya pasangan ini terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Misalnya, untuk menghindari potensi conflict of interest JK dan dominasi idoologi neolib, maka JK hanya hanya ditugaskan untuk mengurusi konflik daerah dan hubungan dengan DPR saja, sebagaimana halnya fungsi Wakil Presiden di Amerika Serikat. JK juga harus diminta tidak cawe-cawe menentukan para menteri ekonomi. Sebab ada kabar, dulu juga sempat berhembus isu bahwa posisi menko perekonomian diperjualbelikan.

Hanya dengan cara inilah, Megawati dan PDIP diyakini akan bisa membangun pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Cara ini juga dinilai menjadi jalan bagi Megawati untuk menunjukkan rasa syang dan cinta pada Bung Karno, yang sekali lagi, telah mengajarkan ajaran Trisakti. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya