Berita

prabowo-hatta/net

Memenangkan Prabowo-Hatta Tugas Sejarah Aktivis Pro Rakyat

KAMIS, 22 MEI 2014 | 06:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jaringan perjuangan para aktivis pro-rakyat diharapkan mendukung dan ikut memenangkan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.

"Mengingat pasangan Prabowo-Hatta berorientasi pada agenda utama kesejahteraan rakyat kecil selain bagi terciptanya kemartabatan bangsa dan negara," kata Koordinator Aliansi Aktivis Dukung Prabowo-Hatta, Syahganda Nainggolan, beberapa saat lalu (Kamis, 22/5).

Menurut Syahganda, yang juga Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), pilihan terhadap pasangan Prabowo-Hatta bukan lagi bersifat moral. Dukungan ini harus merupakan upaya konkret berupa pemihakan serta dukungan, bahkan lebih sekadar itu, diperlukan keterlibatan dalam pemenangannya oleh berbagai unsur aktivis prorakyat.


"Ini sesungguhnya tugas sejarah, dan momentum itu kini ada di hadapan kita guna memberi peran dan langkah-langkah yang nyata agar Prabowo-Hatta menjadi pemenang Pilpres 2014," ungkapnya.

Karenanya, menurut Syahganda, kalangan aktivis prorakyat tidak boleh abai, apalagi mengambil posisi diam terkait kesempatan untuk berikontribusi memperjuangkan kehadiran mandat kepemimpinan nasional baru, yang disesuaikan dengan harapan rakyat serta dapat membawa hasrat kemajuan bangsa. Dalam konteks inilah aktivis harus mewujudkan kemenangan Prabowo-Hatta sebagai duet pemimpin bangsa berikutnya.

Syahganda menambahkan, poros aktivis yang meliputi elemen perjuangan kerakyatan untuk kaum tani dan nelayan, buruh atau pekerja, kepemudaan atau kebangsaan, keagamaan, kemahasiswaan, perempuan, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat peduli rakyat, dan termasuk aktivis dalam kepedulian pemartabatan kehidupan rakyat di sektornya masing-masing, untuk bersama-sama atau dengan prakarsa di lingkungannya, melangkah dengan satu tujuan yakni memperkuat arah pemenangan Prabowo-Hatta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya