Berita

jokowi-jk/net

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Siap Dukung Jokowi-JK

RABU, 21 MEI 2014 | 14:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jokowi-JK merupakan figur yang bisa menyejahterakan guru-guru madrasah yang selama ini masih minim dibandingkan dengan guru-guru di sekolah umum. Karena itulah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) akan mendukung Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.

"Dukung mendukung memang belum diresmikan karena perlu dibahas di internal kami. Namun kita menyampaikan aspirasi ke tim Pak Jokowi-JK untuk turut memikirkan nasib guru-guru madrasah," kata Sekjen AGPAII, Marbawi, di Kantor Media Center JKW4P, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta (Rabu, 21/5).

Marbawi berkeluh kesah dan menceritakan tentang nasib guru-guru madrasah yang selama ini kesejahteraannya masih minim. Padahal, guru madrasah merupakan ujung tombak dalam pendidikan mental anak-anak bangsa.


"Satu dua hari ini kita akan rapat internal untuk memberikan dukungan," tegasnya, sambil mengatakan ada sekitar 50-70 ribu guru agama di madrasah dari seluruh Indonesia masih minim gajinya bila dibandingkan dengan guru-guru di sekolah umum.

"Tunjangan sertifikasi guru agama dan non agama sangat berbeda, jauh beda nilainya. Banyak sekali di daerah guru umum sudah sertifikasi sedangkan guru agama belum," jelas Marbawi.

Sedangkan Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Afrizal mengatakan, guru madrasah dan guru di sekolah umum memang beda naungannya. Bila guru madrasah di bawah koordinasi Kementerian Agama sedangkan guru umum di bawah Kementerian Pendidikan Nasional.

"Kita berusaha agar kesejahteraan dan tunjangan guru madrasah kedepannya lebih baik. Tunjangan guru madrasah tidak ada, sedangkan di Kemendiknas ada. Kami ingin kedepannya ada integrasi dan kesamaan dalam kesejahteraan," tandasnya.

Di Media Center Jokowi ini,  Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) diterima langsung oleh Tim Jokowi-JK. Seperti Eva Kusuma Sundari (PDIP), Ali Machsan Musa (PKB), Nusron Wahid (Golkar), Bambang DH (Mantan Walikota Surabaya) dan Utut Ardiantoro (PDIP). [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya