Berita

golkar/net

Santai Saja, Usai Pilpres Kader Golkar yang Terlihat Pecah Itu Akan Cipika-Cipiki Lagi

RABU, 21 MEI 2014 | 08:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dukungan kader Golkar kepada Jokowi-JK tidak perlu dirisaukan, dan apalagi dibesar-besarkan. Sikap itu lebih baik dibiarkan berjalan alami saja, sebab tidak akan juga membuat kapal tanker besar bernama Partai Golkar itu pecah. Di Golkar, dan karena ini juga politik, perbedaan tersebut sudah biasa terjadi.

Demikian disampaikan Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo. Bambang pun kembali mengingatkan momentum Pilpres 2004 dan 2009, yang pada saat itu petinggi dan kader Partai Golkar juga tidak bulat mendukung pasangan capres atau cawapres yang diusung sendiri oleh Partai Golkar. Dan kondisi ini merupakan realita politik di tubuh Golkar.

"Sebagai pengurus sekaligus kader, kita memang harus patuh dan taat azas atas keputusan yang telah diambil partai untuk mendukung Prabowo-Hatta. Tapi, kita juga tidak bisa apa-apa kalau ada kader militan partai Golkar yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres lain karena ikatan batin sebagai bentuk solidaritas sesama kader partai," kata Bambang kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 21/5).


Bambang mengakui, di satu sisi, bila ada kader Golkar mendukung pasangan di luar garis partai tentu harus siap dengan segala resikonya, termasuk menerima sanksi partai. Namun di sisi lain, Bambang juga berharap partai bertindak bijaksana dalam menghadapi realita yang terjadi tersebut. Lebih-lebih JK adalah juga mantan Ketua Umum Golkar.

"Jadi sekali lagi, bagi Partai Golkar adanya perbedaan pendapat itu sudah biasa. Nanti juga usai Pilpres pada Juli mendatang kita akan berangkulan, bercipika-cipiki dan berkumpul kembali di bawah kebesaran pohon beringin," demikian Bambang. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya