Berita

ilustrasi/net

Syahganda: Terlihat Jelas Prabowo Telah Dinanti Rakyat untuk Memimpin Perubahan

RABU, 21 MEI 2014 | 06:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Suasana pendaftaran Prabowo-Hatta Rajasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) terasa sangat heroik dan mengahrukan. Lebih-lebih dengan berbagai yel-yel dari massa pendukung dan lapisan masyarakat umum yang menyertai.

"Pendaftaran pasangan Prabowo-Hatta yang tidak saja menggelorakan semangat besar, namun menunjukkan Prabowo sepertinya telah dinanti untuk memimpin perubahan bagi republik ini," kata etua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, Selasa malam (20/5).
 
Syahganda, yang ambil bagian dalam rombongan pendaftaran ini mengatakan, besarnya apresiasi dan dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta itu, sudah barang tentu mencerminkan sebuah harapan sekaligus kerinduan besar dari publik, agar keduanya dapat tampil memimpin bangsa melalui ajang Pilpres 2014 mendatang. Lebih persis lagi, pencapresan Prabowo begitu diharapkan membawa angin perubahan guna menciptakan kemajuan dan kejayaan bangsa, selain untuk membangun aspek kemartabatan pada nasib rakyat berupa kesejahteraan hidupnya.


Sementara itu, jelas Syahganda, yang juga Koordinator Aliansi Aktivis Dukung Prabowo-Hatta, di sekitar Gedung KPU keramaian dukungan tak beranjak sedikit pun, oleh karena telah tercipta kepercayaan yang cukup meluas untuk mendukung mandat pencalonan Prabowo-Hatta melalui duet kepemimpinan nasonal.

Syahganda menyebutkan, sebenarnya bukan semata-mata faktor dukungan fisik kepada Prabowo saat meramaikan pendaftaran di KPU yang pantas dibanggakan, tetapi lebih dari itu, publik justru memandang ketokohan Prabowo bersifat strategis sehingga mampu merepresentasikan seorang calon presiden dambaan Indonesia.

"Saya juga terkesan dengan sosoknya yang menyerupai Soekarno, dan memiliki keyakinan bahwa Prabowo bisa mengagendakan kehormatan bangsa ke depan apabila terpilih oleh rakyat untuk menjadi presiden," tambah Syahganda. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya