Berita

rmol

Denny JA: Besar Kemungkinan Jokowi Mengulangi Sukses SBY di 2004

SELASA, 20 MEI 2014 | 10:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam pemilihan presiden (Pilpres), pemilih akan menentukan pilihan karena milihat figur sang capres-cawapres. Pemilih tidak terlalu peduli dengan partai apa saja yang mendukung capres-cawapres.

Karena itu, Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yakin Pilpres 2014 akan mengulangi Pilpres 2004; capres dari koalisi ramping mengalahkan capres koalisi partai yang gemuk. Dalam hal ini, pasangan Jokowi-JK, yang memang didukung koalisi partai dengan persentase yang lebih kecil, aka mirip dengan SBY di 2014, yang akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

Pada Pilpres 2004, jelas Denny JA, pesona figur SBY melampaui semua capres dari partai besar saat itu. Survei di 2004 mencatat antusiasme publik jauh lebih kuat kepada SBY daripada pada capres lain seperti Megawati, Amien Rais, Wiranto, maupun Hamzah Haz. Di 2004 ini, Denny JA termasuk orang yang sering menyatakan SBY akan menang.


"Kini di 2014, hal yang sama terjadi pada Jokowi. Survei LSI menunjukkan antusiasme publik ke Jokowi jauh melampaui antusiasme ke Prabowo. Publik lebih antusias mendukung Jokowi dengan sukarela ketimbang ke Prabowo. Ini kunci kemenangan Jokowi," kata Denny JA melalui akun twitter-nya, @DennyJA_WORLD, beberapa saat lalu (Selasa, 20/5).

Publik, ungkap Denny, antusias karena menilia Jokowi bisa lebih dipercaya kejujuran, kepedulian, dan kedekatannya dengan rakyat. Antusiasme publik itu tak muncul seketika, tapi hasil jejak Jokowi yang panjang.

Denny mengakui, Prabowo lebih lihai dalam menarik dukungan elit partai sehingga meski Partai Gerindra berada di nomor urut tiga namun berhasil menggandeng lebih banyak partai. Sementara Jokowi memang tidak diberi mandat menarik partai sebanyak-banyaknya, dan melakukan langkah yang lebih strategis untuk menarik pemilih.

"Fungsi partai dalam pilpres memang hanya memberikan tiket saja. Kemenangan datang dari pesona figur sendiri. Hasil survei LSI Mei 2014, menunjukkan bahwa pesona Jokowi di mata pemilih masih jauh lebih kuat. Besar kemungkinan Jokowi mengulangi sukses SBY di 2004. Walau koalisi partai ramping tapi akhirnya menang," demikian Denny JA. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya