Berita

rmol

Deklarasi Sederhana Sesuai dengan Kepribadian Jokowi-JK

SELASA, 20 MEI 2014 | 08:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengantar duet Jokowi-JK lebih banyak didominasi oleh relawan daripada stuktur partai. Pasangan ini misalnya diantar oleh Relawan Projo, Seknas Jokowi, Bara JP, Seknas Tanis, Seknas Buruh, Seknas Perenpuan, KPJ-Bejo, serta alumni berbagai perguruan tinggi tinggi negeri yang mendukung Jokowi.

Terkait dengan hal ini, tim media Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari menjelaskan bahwa memang semua pimpinan parpol pengusung Jokowi-JK sepakat memilih bersikap tut wuri handayani setelah memerankan ing ngarso sung tulodho dalam membentuk kerjasama ideologis empat partai dengan menghindari motif bagi-bagi kursi. Parpol pengusung juga sepakat deklarasi Jokowi-JK harus senafas dengan substansi demokrasi; dari, oleh dan untuk rakyat.

"Artiya, parpol-parpol pengusung JKW-JK menyadari bahwa rakyat adalah sentral dan pemegang kedaulatan negeri, sedangkan parpol hanya akselerasi kepentingan-kepentingan rakyat, termasuk untuk memilih capres-cawapres," kata Eva kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 20/5).


Hal ini juga, lanjut Eva, sesuai dengan kepribadian Jokowi-JK yang sederhana dan merakyat. Maka seluruh proses dari Teuku Umar, Gedung Joang hingga ke KPU dilakukan bersama rakyat dalam kebersahajaan. Pasangan pun sengaja memberikan sinyal bahwa mereka siap bekerja bersama rakyat, secara tulus dan sungguh-sungguh.

"Meraka akan hemat kata tapi kaya karya-karya," ungkap Eva, sambil mengatakan bahwa Jokowi-JK gembira bahwa deklarasi pasangan ini dapat merebut hati rakyat dari jalan hingga pasar saham dan respon positif juga ditunjukkan media mainstream maupun online dimana pemberitaan deklarasi JKW-JK bukan saja mendpt porsi pemberitaan yang meningkat tetapi juga dengan tone yang positif.

"Untuk selanjutnya pasangan Jokowi-JK siap mendiskusikan visi misi dan program-programnya, yang diusulkan rakyat, dan dengan rakyat," demikian Eva. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya