Berita

ilustrasi/net

Bukopin Persembahkan Produk Giro Merdeka untuk Kelancaran Bisnis

SENIN, 19 MEI 2014 | 15:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejalan dengan pesatnya pertumbuhan bisnis, produk Giro merupakan produk pilihan yang fleksibel dan memiliki berbagai fasilitas yang disesuaikan dengan trend kebutuhan bisnis masyarakat saat ini. Produk ini sangat menunjang kelancaran bisnis khususnya masyarakat yang memiliki transaksi finansial yang sangat aktif.

Beberapa Bank mulai melakukan enhancement atas produk Giro dan melengkapinya dengan beragam fasilitas tambahan serta program menarik lainnya.  Salah satu program yang menyertai produk Giro saat ini adalah pembebasan biaya transaksi RTGS (Real-Time Gross Settlement), SKN dan biaya administrasi serta buku cek.

"Persaingan di industri perbankan yang sangat dinamis dan ketat menjadi pertimbangan untuk melakukan enhancement atas produk Giro," kata Direktur Pengembangan Bisnis dan TI Bank Bukopin, Adhi Brahmantya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 19/5).


Adhi mengatakan Bank Bukopin mempersembahkan Produk Giro Merdeka yang merupakan produk pilihan yang fleksible dan memiliki berbagai fasilitas yang disesuaikan dengan trend kebutuhan bisnis nasabah saat ini.

"Produk ini sangat menunjang kelancaran bisnis khususnya nasabah yang memiliki transaksi finansial yang sangat aktif," tegasnya.

Disebutkan juga Produk Giro Merdeka ini diluncurkan sejak Bulan Maret 2014 sampai dengan bulan Mei 2014.  "Keuntungan memakai Giro Merdeka dari Bank Bukopin adalah Free biaya Transaksi RTGS, Transfer, Administrasi, dan Buku Cek yang dapat dilakukan setiap saat," ujarnya.

"Jadi tunggu apa lagi, segera datang ke cabang Bank Bukopin terdekat untuk membuka Rekening Giro Merdeka, dan  nikmati segala kemudahan dan keuntungan bertransaksi  melalui Giro Merdeka  dari Bank Bukopin. Untuk info lebih lanjut, kunjungi situs resminya di www.bukopin.co.id atau hubungi HALO Bukopin di nomor 14005," tandasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya