. Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA, menghormati langkah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang akhirnya merapat ke Gerindra. Sikap hormat ini disampaikan Denny dalam komunikasi pagi tadi dengan ARB. Sikap hormat ini juga disampaikan meski Denny punya pilihan berbeda; dukung Jokowi.
Denny pilih Jokowi karena memang komunitas civil society yang selama ini ia pimpin mengharuskan pilihan kepada Jokowi. Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi yang sudah tiga tahun dipeloporinya tak bisa lain memang harus mendukung Jokowi.
"Saya tidak anti Prabowo. Saya menghormatinya. Namun alasan ideologi dan komunitas membuat saya harus ke Jokowi," kata Denny JA, dalam akun twitter-nya @DennyJA_WORLD, pagi ini (Senin, 19/5).
Bagi Denny JA, sebagai aktivis, pilpres ini terlalu penting bagi dirinya. Maka ia pun harus melakukan ikhtiar bagi apa yang ia yakini. Namun ia juga memastikan, hubungan batin dia dengan ARB dan Nirwan Bakrie sudah sangat dekat, hingga akan akan menghormati keduanya.
Meski mendukung Jokowi, Denny JA tidak masuk ke dalam tim kampanye resmi Jokowi sebab hal itu juga menjadi hak tim partai pengusung. Denny berada di luar tim resmi, dan bersama aktivis civil society ingin ikut memperjuangankan agenda sosial melalui pilpres, sebagai bagian dari hak warga negara untuk bebas berpolitik, tanpa perlu ijin siapapun, sebagaimana dilindungi konstitusi.
Sikap dan langkah ini, ungkap Denny, adalah
high politics, bukan low politics. Dia berpolitik bukan untuk jabatan atau dana, tapi untuk gagasan sosial. Yaitu gagasan memajukan Indonesia, memajukan pemerintahan yang kuat dan bersih korupsi, memajukan ekonomi Indonesia agar lebih tumbuh dan merata, dan memajukan budaya Indonesia yang beragam
"Tiga gagasan ini saya yakini lebih bisa diperjuangkan oleh pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Semoga tradisi persaingan dalam pilpres ini menjadi rutin dan biasa, tanpa perlu ada konflik apalagi kekerasan," kata Denny, yang resmi mendeklarasikan diri membantu Jokowi sebagian bagian dari ikhtiar yang baik.
[ysa]