Berita

JOKO WIDODO DAN PKB/NET

Politik

Projo: Cawapres Jokowi Harus Minim Problem Masa Lalu

MINGGU, 18 MEI 2014 | 10:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Koordinator Nasional Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi  mengemukakan bahwa pihaknya percaya Jokowi paham apa yang menjadi harapan rakyat.

"Memang keputusan yang tidak mudah. Kami akan tetap menghormati dan mengawalnya, siapa pun cawapres yang diputuskan," ujar Budi Arie Setiadi , Koordinator Nasional Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/5).

Konstitusi RI mengatur tugas wakil presiden itu membantu presiden. Jadi, keberadaan wapres bukan untuk bersaing popularitas, rebutan pekerjaan, jabatan dan uang untuk kepentingan pribadi dan kelompok.


"Wapres Jokowi harus membangun sinergi dalam kerangka memperkuat sistem presidensial," tambah mantan kepala Balitbang PDI Perjuangan ini.

Ia mengingatkan, banyak persoalan bangsa mendesak untuk dituntaskan. Selama 16 tahun reformasi berjalan, banyak waktu yang terbuang.

"Energi kita sebagai bangsa habis hanya untuk mengurus kepentingan-kepentingan yang sempit dan sangat terbatas. Wapres Jokowi harus minim problem masa lalu dan mampu menjadi mitra yang kokoh dan solid," kata dia menekankan.

Dengan kata lain, pendamping Jokowi haruslah figur yang progresif. 

"Publik menantikan, apakah wapres Jokowi merupakan figur yang progresif atau tidak? Nasib dan masa depan perubahan, sedang berada di garis batas penantian nya," pungkas mantan aktivis Universitas Indonesia 98 ini.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya