Berita

Dunia

Obama Tawarkan Bantuan ke Turki Atasi Bencana Tambang Terburuk

SABTU, 17 MEI 2014 | 11:47 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Tragedi ledakan tambang yang terjadi di Turki telah memicu simpati dari seluruh dunia. Ratusan pekerja tambang tertimbun dan tewas di dalam tambang.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada Presiden Abdullah Gul atas insiden mematikan yang terjadi di kota Soma, Provinsi Manisa.

Pada pernyataan hari Jumat (16/5) waktu setempat itu, Obama juga mengatakan bahwa orang-orang Amerika turut merasakan derita seperti yang dirasakan orang-orang Turki, dan menyampaikan bahwa negaranya siap menawarkan bantuan jika diperlukan.


"Presiden menawarkan, Amerika Serikat siap memberikan bantuan apapun yang bisa membantu mereka yang terkena dampak," begitu pernyataan yang disampaikan Gedung Putih, seperti dikutip dari media Turki, Today's Zaman (Sabtu, 17/5).

Hingga saat ini, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 284 dalam bencana tambang terburuk di Turki, yang terjadi pada Selasa lalu (13/5) itu.

Sumber lain menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa dalam bencana tambang batu bara di Turki telah mencapai 292 orang. Hal itu pula yang dikatakan Menteri Energi Turki, Taner Yildiz, Jumat malam (16/5).

Dia menyatakan kemungkinan 10 pekerja yang masih terjebak di bawah tanah.

Ada dugaan, penyebab kecelakaan itu adalah masalah listri yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran.

Taner menegaskan, setipa pihak, pejabat atau perusahaan yang terlibat atau lali dalam pengoperasian tambang tersebut akan dihukum. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya