Berita

Malala Yousafzai/net

Dunia

Michelle Obama Sebut Nasib Gadis-gadis Nigeria seperti Malala

MINGGU, 11 MEI 2014 | 12:27 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Serangkaian aksi teror baik berupa penculikan maupun penyerangan yang
dilakukan oleh kelompok ekstrimis Boko Haram di Nigeria beberapa waktu
terakhir ini membuat banyak pihak geram. Kali ini kecaman datang dari ibu negara Amerika Serikat, Michelle Obama.

Istri dari Presiden Barack Obama itu (Sabtu, 10/5) mengatakan kasus
penculikan terhadap 270 siswi di Nigeria telah memicu reaksi pribadinya dan sang suami.

penculikan terhadap 270 siswi di Nigeria telah memicu reaksi pribadinya dan sang suami.

"Kasus pada anak perempuan ini, saya dan Barack melihat putri kami sendiri. Kami melihat harapan mereka, mimpi mereka, dan kami hanya bisa membayangkan penderitaan orang tua mereka yang mereka rasakan saat ini. Banyak dari mereka mungkin menjadi ragu-ragu untuk menyekolahkan anak perempuannya ke sekolah. Takut bahwa bahaya bisa datang dengan apa yang mereka lakukan (bersekolah)," kata ibu dua orang putri itu, seperti dilansir dari The Nation (Minggu, 11/5).

Presiden Obama, lanjutnya, telah meminta pemerintah AS untuk melakukan segala kemungkinan untuk mendukung upaya pemerintah Nigeria untuk menemukan gadis-gadis yang diculik dan segera membawa mereka pulang.

"Para orang tua telah mengambil risiko itu karena mereka ingin memberikan anak perempuannya kesempatan untuk berhasil. Gadis-gadis sendiri juga tahu benar bahaya yang mungkin mereka hadapi. Sekolah mereka baru saja ditutup karena ancaman teroris tetapi gadis-gadis ini masih bersikeras untuk kembali untuk mengambil ujian mereka," tambah Michelle.

Michelle mencatat bahwa apa yang terjadi di Nigeria bukanlah insiden yang tidak pernah terbayangkan.

"Ini adalah cerita yang kita lihat setiap hari di mana gadis di seluruh dunia mempertaruhkan hidup mereka untuk mengejar ambisi mereka. Ini kisah tentang gadis-gadis seperti Malala Yousafzai dari Pakistan," tandasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya