Kesaksian mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dalam persidangan kasus Bank Century dengan terdakwa mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya semakin memperkuat dugaan ada megapatgulipat di balik keputusan mengucurkan talangan untuk bank itu.
Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengatakan, Bank Century patut diduga merupakan "ember bocor" sengaja dipilih dalam praktik criminal policy yang sejumlah tokoh kuat di Indonesia.
Rizal Ramli mengatakan, dirinya menedengar langsung cerita mengenai "ember bocor" ini dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang kini mendekam di LP Tangerang karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan.
Antasari pernah didatangi Boediono sekitar bulan Oktober 2008. Dalam pertemuan di gedung KPK itu, Boediono mengatakan hendak mengucurkan
bailout untuk Bank Indover, anak perusahaan BI di Negeri Belanda. Dana yang hendak dikucurkan berkisar antara Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. Boediono juga meminta agar KPK memberikan semacam perlindungan hukum bila diperlukan.
Tetapi, Antasari menolak keras keinginan Boediono. Kata Antasari, Bank Indover adalah ember bocor karena sudah sakit sejak lama.
"Pak Antasari ditakut-takuti kalau tidak dilakukan (
bailout terhadap Bank Indover) maka kepercayaan terhadap Indonesia rusak, rupiah bisa anjlok, kepercayaan investor merosot, dan sebagainya," cerita Rizal Ramli lagi.
Kelihatannya, Boediono lupa bahwa Antasari pernah menjadi asisten Jaksa Agung Marzuki Darussman di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Di masa itu, Rizal Ramli adalah Menko Ekuin. Rizal pernah meminta Kejaksaan Agung untuk menyelidiki secara khusus kondisi Bank Indover.
"Dan diberitahu oleh Bank Central Belanda (agar Indonesia) tidak usah khawatir kalau terjadi sesuatu, karena Bank Indover dijamin oleh Bank Central Belanda. Tidak akan menimbulkan gejolak," ujar Rizal Ramli yang kini adalah anggota Panel Ahli PBB.
Karena mengerti kondisi Bank Indover itulah, Antasari menolak rencana
bailout yang ingin dilakukan Boediono. Antasari malah mengancam akan mengusut danatalangan itu lewat jalur hukum, dan bukan tidak mungkin akan menangkap Boediono.
"Jadi Boediono ketakutan. Berapa waktu kemudian dicarilah ember bocor lain, yaitu Bank Century," kata Rizal Ramli lagi.
Rizal Ramli meminta publik memperhatikan kasus ini dengan sungguh-sungguh. Kalau pun harus ditalangi, setidaknya ukuran dana segar yang disuntikan detara dengan dana pihak ketiga yang ada di Bank Century, yakni Rp 2 triliun. Tetapi mengapa
bailout bisa membengkak jadi Rp 6,7 triliun.
"Dari hal itu sudah sangat jelas bahwa patut diduga ini upaya membobol bank yang sangat sistematik dan melibatkan figur-figur penting," demikian Rizal Ramli.
[dem]