Berita

presiden sby/net

Poros Baru Bisa Bikin SBY Telan Pil Pahit

SABTU, 10 MEI 2014 | 18:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden SBY diminta berhati-hati terhadap berbagai masukan yang memintanya melakukan terobosan dengan mencalonkan salah seorang peserta konvensi Partai Demokrat dalam bursa capres yang sedang hangat dibicarakan.

Saran itu antara lain disampaikan pengamat politik CSIS J. Kristiadi. Saran seperti itu dinilai sangat dangkal mengingat poros kekuatan masih didominasi oleh kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Mustahil poros baru yang dibentuk SBY mampu mengalahkan kedua kubu itu.

"Untuk apa bikin poros baru jika hanya untuk menelan pil pahit? Bukankah untuk membuat poros baru itu perlu pertimbangan luas dan mendalam, mulai dari faktor popularitas sampai pendanaan," demikian disampaikan Abdul Rahman Syahputra, Pengurus Harian Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik, sesaat lalu (Sabtu petang, 10/5).


Menurut Putra, pendapat J. Kristiadi ini diduga memiliki motivasi khusus. Dapat diduga bahwa saran itu dimaksudkan agar SBY betul-betul tergoda untuk membuat poros baru. Dengan begitu, salah satu kekuatan kedua kubu itu akan mengendor sehingga dapat memuluskan salah satu kandidat capres.

Lagi pula, lanjut Putra, SBY adalah politisi senior yang sudah sangat paham peta politik di tanah air. Karena itu, SBY pasti lebih tahu apa yang mesti dilakukan. Apalagi, di sekeliling SBY banyak para penasehat politik yang senantiasa dapat diajak untuk berdiskusi terkait masalah ini.

"Bisa saja hari ini SBY sudah melirik salah satu capres potensial menang. Tentu akan lebih santai jika SBY memperkuat kekuatan mereka. Yang jelas, SBY masih play maker dalam pentas politik nasional. Tidak usah diajar-ajarin-lah," demikian Putra. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya