Berita

net

Politik

Hadiri KTT Terakhirnya, SBY Akan Ingatkan Soal Komunitas ASEAN 2015

SABTU, 10 MEI 2014 | 15:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN di kota Nay Pyi Taw, Myanmar, sangat penting bagi Indonesia, terutama karena KTT ini menjadi yang terakhir bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertemuan ASEAN selanjutnya akan berlangsung November, yang akan diikuti presiden baru.

"Untuk itu, Indonesia akan menyampaikan visi Indonesia atas 10 tahun terakhir pencapaian masyarakat ASEAN," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, di Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu (10/5), dikutip dari setkab.go.id.


Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II melakukan kunjungan kerja ke Myanmar guna menghadiri KTT ke-24 ASEAN dan KTT Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asian Growth Area (BIMP-EAGA) mulai hari ini (Sabtu, 10/5).

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, mengatakan, Presiden SBY akan memanfaatkan kehadirannya untuk mengajak negara-negara anggota ASEAN agar semakin mempersiapkan diri dalam memasuki Komunitas ASEAN 2015, di tengah berbagai perubahan dan tantangan internasional yang mengemuka.

Selain itu, Presiden SBY juga akan menyampaikan harapannya bagi keberlanjutan kohesifitas di dalam ASEAN di tengah berbagai tantangan yang mengemuka di masa kini dan masa datang.

Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi, mengatakan, pihaknya menyiapkan Hotel Royal Ace yang berseberangan dengan venue KTT ASEAN sebagai tempat bermalam selama mengikuti KTT yang akan berlangsung hingga Selasa (12/5).

Pihak KBRI Myanmar sendiri sejak beberapa hari ini sudah memindahkan seluruh aktivitasnya di Hotel Royal Ace guna mendukung tugas-tugas delegasi Indonesia yang akan menghadiri KTT ke-24 ASEAB dan dan KTT Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asian Growth Area (BIMP-EAGA). [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya