Berita

net

Dunia

Orang Tua di Tiongkok Sangat Khawatir Lahirkan Bayi Tahun 2015

SABTU, 10 MEI 2014 | 14:10 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Di Tiongkok, banyak pasangan yang berjuang mati-matian untuk mempunyai anak pada tahun ini. Mereka sangat menghindari untuk melahirkan bayi di tahun 2015.

Hal itu lantaran tahun 2015 merupakan Tahun Kambing. Dalam kepercayaan mereka, bayi yang lahir di tahun tersebut akan tumbuh menjadi pengikut, bukan pemimpin.

Selain itu, banyak orang percaya bahwa anak-anak yang dilahirkan di Tahun Kambing akan ditakdirkan mengalami kegagalan pernikahan, dan tidak beruntung dalam bisnisnya.


Bahkan, ada sebuah mitos hanya satu dari 10 orang yang lahir pada Tahun Kambing yang menemukan kebahagiaannya.

Para ahli medis di Tiongkok mengungkapkan dalam beberapa bulan terakhir konsultasi kesuburan terus melonjak.

Beberapa dokter bahkan menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan adanya lonjakan aborsi karena berdasarkan hitungan kehamilan, bulan Mei ini merupakan bulan terakhir untuk menghindari persalinan di Tahun Kambing, yang mulai pada 19 Februari 2015.

"Banyak pasien bertanya-tanya mengenai operasi Caesar untuk memastikan sang bayi lahir di Tahun Kuda," kata seorang dokter kandungan di Beijing's United Family Hospital, Li Jianjun, seperti dilansir Xinhua (Sabtu, 10/5).

Di sisi lain, pemerintahan di negara komunis itu terus berusaha menghapuskan mitos tidak berdasar mengenai kelahiran di Tahun Kambing.

"Kami mencoba sebisa mungkin untuk menghalangi pasangan dari percaya takhayul di Tahun Kambing," ujar seorang pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya