Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Tunggu Saja Tanggal Mainnya, Mega Masih di Bali

SABTU, 10 MEI 2014 | 10:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bakal calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo, sudah memberi sinyal bakal calon wakil presiden untuk dirinya berasal dari kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemarin, ia terbang dari Bandara Soekarno-Hatta untuk kepentingan bertemu pendukungnya di Manado Sulawesi Utara dan Makassar Sulawesi Selatan.  Dalam beberapa pernyataannya kepada wartawan di Jakarta dan Manado, Jokowi memberi sinyal soal itu.

Ada dua nama dari Makassar yang belakangan disebut-sebut petinggi PDIP sendiri dan para pengamat politik sebagai calon kuat. Ketua KPK, Abraham Samad, dan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Jokowi sendiri tercatat pernah menyatakan bahwa pendampingnya akan diambil dari luar Jawa.


Sekjen DPP PDIP, Tjahjo Kumolo, yang diminta tanggapannya tidak mau mengamini sinyal dari Jokowi itu.

"Tunggu saja tanggal mainnya," ujarnya sambil tertawa, sesaat lalu.

Ada spekulasi bahwa cawapres bakal diumumkan bukan di ibukota Indonesia, DKI  Jakarta, tapi di wilayah timur Indonesia. Namun, sebelumnya Tjaho sudah membantah jadwal Jokowi ke ke Makassar untuk mengumumkan penunjukan cawapres.

"Ibu Mega masih berada di Bali," singkat Tjahjo.

Apa persisnya yang dilakukan Mega di Bali masih belum jelas. Ini adalah hari ketiga presiden perempuan pertama di Indonesia itu berdiam di sana.

Belakangan ada kabar menyebut sangat sulit bagi siapapun untuk berkomunikasi dengan Mega. Benarkah putri Bung Karno itu dikabarkan tengah merenungkan baik-baik siapa cawapres paling tepat untuk partai banteng hitam?

Yang pasti kalau ingin tahu pasti siapa cawapres Jokowi, sebaiknya publik menunggu apa yang keluar dari mulut Megawati.

Soalnya, selama ini banyak bukti yang menunjukkan bahwa pernyataan para elite PDIP malah berbalik dari apa yang jadi kebijakan dan keputusan Megawati di kemudian hari. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya