Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama secara blak-blakan mengkritisi kinerja Kepala Dinas Kebersihan terdahulu, Unu Nurdin. Betapa tidak, hingga memasuki Mei 2014, daftar nama pengawai honorer di Dinas Kebersihan Pemprov DKI belum jua diterimanya.
"Saya cek inspektorat katanya ada 7 ribu pegawai honorer. Pak Unu (Mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI) bilang 3.500 orang. Sampai Pak Unu turun tidak pernah kasih nama dan alamat pekerja itu. Heran," ujar Ahok dengan suara tinggi, Kamis sore (8/5).
Ahok pun meminta agar Saptatri Ediningtyas yang baru dilantik sebagai pemimpin di Dinas Kebersihan, beberapa waktu lalu tidak mencoreng namanya.
"Kita pilih Bu Tyas, kata pak jokowi Bu Tyas nggak sanggup (jadi kepala dinas kebersihan). Tetapi saya pasang badan," ungkapnya.
Ahok tampak berkali-kali melempar laporan tertulis nama-nama pegawai yang bersampul warna biru ke atas mejanya. Ia marah karena ternyata jumlah pegawai honorer yang dilaporkan Saptatri melonjak menjadi 10.721 orang.
"Saya tunggu ada yang tercecer tiba-tiba ada 10.721 pegawai. Terus saya tanya ke kepala dinas kebersihan, katanya ada tambahan dari air juga. Saya tanya hitung juga nggak jelas," katanya.
Saptatri yang duduk disamping Ahok hanya terdiam sambil mengangguk-anggukkan kepala. Dengan suara tertahan Saptatri pun menyampaikan kalimat-kalimat pendek.
"Iya pak, siap," katanya dengan suara lirih.
"Nah puluhan ribu orang yang nggak jelas ini cukup nggak bersihin Jakarta sampai bersih?" tanya Ahok di hadapan puluhan orang yang hadir di ruang rapat lantai 2 Balaikota.
"iya pak," sahut Saptatri lagi
.[wid]