Berita

net

Politik

"Menjaga" Capres Jagoan dengan Bayaran di Bawah UMR

RABU, 07 MEI 2014 | 15:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Salah seorang "pekerja" media sosial yang dibayar profesional untuk membantu pencitraan salah satu bakal calon presiden, mengaku bekerja di bawah kontrak.

Tugas utamanya adalah mempromosikan sang capres jagoan, dan menyeimbangkan informasi yang beredar di publik melalui media sosial (facebook, twitter dan email). Masa kerjanya sampai pemilu presiden selesai digelar. Mereka lebih sering dikenal sebagai "buzzer" atau "spammer".

"Kerja delapan jam sehari, seminggu enam hari kerja," kata mahasiswa semester akhir sebuah kampus di Jakarta ini kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (7/5).


Dalam satu hari, lanjutnya, terdapat tiga shift bagi para relawan untuk menjalankan tugasnya. Namun ia menolak menyebut lebih lanjut mengenai berapa banyak orang yang terlibat dan menjadi pekerja media sosial seperti dirinya. Ia hanya menjelaskan bahwa terdapat puluhan orang yang rata-rata masih berstatus mahasiswa, dan ada juga yang sudah lulus perguruan tinggi.

Semakin dekat pemilu presiden, sambungnya, jumlah personil media sosial tersebut akan diperbanyak demi mengefektifkan kinerja.

Lebih lanjut, sumber tersebut menerangkan bahwa dalam menjalankan tugasnya ia hanya dibekali dengan sebuah perangkat komputer yang terkoneksi dengan internet. Dengan demikian, ia hanya dapat menjalankan tugas di kantor, layaknya para pekerja kantoran.

Ia pun mengakui, motivasinya bekerja semacam ini sekadar demi pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari. Lantas, berapa bayaran atas kerja 'relawan' tersebut setiap bulannya?

"Yang jelas masih di bawah UMR," singkatnya.

Sementara itu, orang berbeda dengan "profesi" yang sama, mengaku tidak memiliki jam kerja tetap.
 
Saat ditemui redaksi di sebuah kawasan kuliner di Jakarta, pemuda berbadan tegap usia 29 tahun ini membawa bekal alat komunikasi yang diberikan oleh kantornya. Dengan begitu, ia dapat menjalankan tugas hariannya dari mana saja ia berada dan kapan saja.

"Di sini ada grup yang menghubungkan saya ke bos dan sesama rekan lain. Kalau kantor pusat kami di kawasan Menteng," ujar pria yang mengaku sudah punya pekerjaan tetap itu, sambil menunjukkan gadget-nya kepada redaksi.

Sebagai kelompok yang kerjanya menyokong pencitraan salah seorang capres, ia mengakui bahwa timnya tetap bekerja dibumbui idealisme. Ada gagasan yang diusung kelompoknya.

"Kalau suatu saat nanti ada perubahan, bisa saja kami menyeberang ke capres lain. Ini tergantung bagaimana capres itu mau menerima ide-ide kami," ujarnya.

Ia juga mengatakan, timnya terbagi dalam beberapa divisi kerja. Ada yang bekerja sebagai think tank dan ada yang bertugas khusus menangani media sosial atau menyeimbangkan pemberitaan di media-media online.
 
"Bayaran kami tidak tinggi. Tapi, yang kami tawarkan bukan cuma jasa, tetapi ide-ide," tegasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya