PT Garuda Indonesia membantah jika pergantian direksi yang terjadi sebelumnya karena adanya tekanan atau intervensi dari pihak-pihak tertentu. Pergantian tersebut murni atas inisiatif pemegang saham.
Sebelumnya, beredar kembali isu pemberitaan jika perggantian Elisa Lumbantoruan sebagai direktur niaga Garuda Indonesia adalah karena adanya permintaan istri direktur utama Garuda Indonesia, Sandrina Abubakar. Atas permintaan istrinya, Emirsyah Satar kemudian merekomendasikan Erik Meijer kepada Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
Namun, ketika dikonfirmasi, Erik Meijer mengatakan bahwa dirinya sebelumnya tidak mengenal dan bahkan tidak pernah bertemu dengan Emirsyah Satar.
Selama ini, kata dia kepada wartawan (Selasa, 6/5), dirinya mengetahui Emirsyah Satar hanya melalui pemberitaan di media cetak dan elektronik.
Sementara berdasarkan sumber di Kementerian BUMN yang mengetahui persis hal tersebut menegaskan, bahwa penggantian direksi Garuda Indonesia dilakukan sepenuhnya murni atas inisiatif dan keputusan pemegang saham, karena pemegang saham ingin melihat Garuda lebih berkembang terutama dari aspek pemasaran dan penjualannya.
Layanan Garuda saat ini telah mengalami banyak peningkatan, namun kemampuan pemasaran perlu banyak ditingkatkan. Kejadian penundaan penerbangan yang masif akibat gangguan sistem IT beberapa tahun yang lalu, juga menjadi salah satu catatan dan pelajaran.
Sebagai perusahaan terbuka, penggantian direksi di Garuda Indonesia dilakukan atas dasar kinerja, dan sepenuhnya merupakan hak dan keputusan pemegang saham.
Atas pilihan pemegang saham, sesuai ketentuan pemilihan direksi BUMN, selanjutnya Erik Meijer menjalani fit and proper test, evaluasi kerja, dan akhirnya diputuskan oleh pemegang saham menjadi direktur niaga di Garuda.
[dem]