Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan siap 100 persen jadi tuan rumah pesta olahraga tingkat Asia, Asian Games, pada tahun 2019.
Guna meyakinkan hal itu Pemprov Sumsel telah mengundang perwakilan Olympic Council of Asia (OCA) selaku penyelenggara Asian Games, konsultan venue olahraga dunia, Mr Wei Jizhong, dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk meninjau langsung venue-venue olahraga di Jakabaring Sport City (JSC).
Wagub Sumsel, Ishak Mekki, mengatakan, peluang Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games, dan Sumatera Selatan khususnya sebagai penyelenggara, sangat besar. Sehingga berbagai persiapan segera dilakukan dengan memperbaiki berbagai infrastruktur yang ada terutama jalan di Kota Palembang yang dilalui para atlit.
"Mungkin infrastruktur jalan, bagaimana supaya dibenahi agar jangan sampai terjadi kemacetan yang stagnan. Jembatan Musi III segera direalisasikan. Jalur kereta segera diwujudkan dan sebagainya," ujarnya usai rapat dalam rangka kesiapan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah Asian Games XVIII/2019 di Griya Agung, Selasa (6/5).
Dia meyakini, jika Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Asian Games, Sumsel dipastikan menjadi penyelenggara event olahraga terbesar se-Asia tersebut. Sumsel sendiri siap 100 persen karena juga telah sukses dalam penyelenggaraan berbagai event besar seperti Islamic Solidarity Games, SEA Games, dan lainnya.
Komite Olahraga Indonesia (KOI) mendukung sepenuhnya pelaksanaan Asian Games XVIII di Indonesia khususnya Sumsel. Mereka tidak mempermasalahkan akan dimana pelaksanaannya.
"Tidak masalah ada di mana, yang penting Asian Games ada di Indonesia," kata Ketua Umum KOI, Rita Subowo.
Dia mengatakan, pihaknya saat ini hanya memberikan gambaran kesiapan Palembang untuk dijadikan tuan rumah Asian Game.
"Kami hanya memberikan gambaran kepada pemerintah pusat adanya peluang, dengan keluarnya Hanoi Vietman sebagai tuan rumah," terangnya.
Dia menambahkan, pihaknya mendatangkan ahli yang telah benar-benar terbukti mengenai kalsifikasi venues yang sesuai yakni Mr Wei Jizhong.
"Bahwa daripada kita menilai diri kita sendiri, yang belum tentu benar. Kita mendatangkan ahlinya karena beliau betul-betul menguasai, dan juga sebagai konsultan," tambahnya.
Menurutnya, Mr Wei Jizhong sangat paham dengan kualifikasi venues yang akan digunakan. Terbukti dengan berlangsungnya Olimpiade Beijing. Kemudian juga yang membuka konsultasi untuk Laos saat SEA Games dan juga Hanoi Vietnam.
"Sehingga, kami memandang perlu adanya pemanfaatan peluang dengan adanya potensi ini. Sehingga kalau mau membuat semua venue dari awal tentunya tidak mungkin. Berarti kami melihat gambaran seperti apa yang dapat dilakukan dalam waktu hanya empat tahun lagi," kata Rita.
Sementara Wei Jizhong sendiri dalam peninjauannya ke beberapa venue mengaku cukup puas dengan fasilitas olaharga yang ada di Jakabaring Sport City tersebut. Hanya saja butuh-butuh beberapa perbaikan dan penambahan fasilitas agar benar-benar mencapai standar internasional.
Wei menjelaskan, fasilitas olahraga dan pendukung yang dimiliki Sumsel ini sudah masuk standar internasional dan sudah merujuk pada keinginan Olympic Council of Asia (OCA). Konsep yang ditawarkan sesuai dengan kreteria dari Olympic Council of Asia (OCA).
“Jika atletnya datang disini dapat langsung mengadakan latihan dan juga langsung bisa mengadakan pertandingan. Ini adalah konsep untuk Olimpiade Standar IOC," katanya.
[ald]