Berita

foto:net

Dunia

Iran Larang Warganya Akses WhatsApp

MINGGU, 04 MEI 2014 | 17:49 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Iran telah melarang warga negaranya untuk mengakses aplikasi pesan, WhatsApp, Sabtu (3/5).

Hal ini lantaran situs yang populer bagi banyak orang untuk berkomunikasi baik di dalam maupun di luar negeri dianggap sebagai situs milik Yahudi, yang merupakan zionis Amerika.

Larangan ini muncul setelah sekitar dua bulan Facebook membeli WhatsApp seharga yang menakjubkan, yaitu 19 miliar dolar AS.


"Alasan ini karena WhatsApp telah dibeli oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang merupakan Zionis Amerika," jelas kepala Komite Kejahatan Internet Iran, Abdolsamad Khorramabadi, seperti dilansir dari Fox News (Minggu, 4/5).

Peran media sosial di Iran mulai bangkit pasca pemilu Juni 2009 lalu. Hal tersebut karena saat itu ribuan rakyat Iran turun ke jalan memprotes hasil pemilihan umum yang memenangkan Mahmud Ahmadinejad menjadi presiden lantaran dinilai curang. Namun, pemimpin protes tersebut ditangkap dan hingga kini masih berada di balik jeruji besi.

Inilah yang membuat para pengunjuk rasa beralih ke situs internet dan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube, serta situs micro blogging, sebagai cara yang efektif dan aman untuk menyuarakan perbedaan pendapat politik.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya